Skripsi Sudah Selesai tapi Similarity Masih Tinggi? Begini Solusinya

Skripsi Sudah Selesai tapi Similarity Masih Tinggi? Begini Solusinya

Menyelesaikan skripsi tentu menjadi salah satu tahap paling melegakan bagi mahasiswa. Setelah berbulan-bulan melakukan penelitian, mengolah data, menyusun pembahasan, hingga menyelesaikan daftar pustaka, rasanya ingin segera masuk ke tahap akhir seperti bimbingan, pendaftaran sidang, atau yudisium.

Namun, ada satu hal yang sering membuat mahasiswa kembali harus melakukan revisi, yaitu skor similarity Turnitin yang masih tinggi.

Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kondisi skripsi sudah selesai tapi similarity masih tinggi. Padahal seluruh bab sudah ditulis, penelitian sudah selesai, dan revisi dari dosen pembimbing juga sudah dilakukan. Ketika dokumen diperiksa menggunakan Turnitin, ternyata terdapat banyak bagian yang memiliki kemiripan dengan sumber lain.

Jika mengalami kondisi tersebut, tidak perlu langsung panik. Similarity tinggi bukan berarti seluruh skripsi harus ditulis ulang dari awal. Ada beberapa bagian yang dapat diperiksa dan diperbaiki secara bertahap agar tingkat kemiripan menjadi lebih sesuai dengan ketentuan kampus.

Artikel ini akan membahas solusi skripsi sudah selesai tapi similarity masih tinggi, penyebabnya, bagian yang perlu diperiksa, serta cara melakukan revisi secara efektif.


Apa Itu Similarity Turnitin?

Sebelum membahas solusinya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan similarity.

Turnitin merupakan perangkat yang dapat membandingkan teks dalam suatu dokumen dengan berbagai sumber yang tersedia dalam basis datanya. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk similarity percentage atau persentase kemiripan.

Misalnya, sebuah skripsi mendapatkan similarity sebesar 35%. Angka tersebut menunjukkan adanya bagian-bagian dalam dokumen yang memiliki kemiripan dengan sumber yang ditemukan oleh sistem.

Namun, similarity tidak secara otomatis berarti plagiarisme.

Kemiripan dapat muncul karena adanya kutipan, nama teori, istilah akademik, judul penelitian, daftar pustaka, atau kalimat tertentu yang memang umum digunakan dalam bidang penelitian.

Karena itu, jangan hanya melihat angka persentasenya. Bagian yang terdeteksi perlu diperiksa untuk mengetahui sumber dan penyebab kemiripannya.


Kenapa Skripsi Sudah Selesai Tapi Similarity Masih Tinggi?

Ada beberapa alasan mengapa skripsi yang sebenarnya sudah selesai masih mendapatkan similarity tinggi.

1. Banyak Menggunakan Referensi Secara Langsung

Saat menyusun landasan teori, mahasiswa biasanya menggunakan banyak jurnal dan buku sebagai referensi. Jika kalimat dari sumber tersebut terlalu banyak digunakan dengan struktur yang hampir sama, similarity dapat meningkat.

2. Parafrase Belum Maksimal

Parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim.

Jika susunan kalimat, urutan informasi, dan pola pembahasannya masih sangat mirip dengan sumber asli, kemungkinan kemiripannya tetap terdeteksi.

3. Kutipan Langsung Terlalu Banyak

Kutipan langsung memang dapat digunakan dalam karya ilmiah. Akan tetapi, penggunaan kutipan langsung dalam jumlah besar dapat membuat similarity meningkat.

4. Bagian Metodologi Memiliki Kalimat Serupa

Bab metode penelitian sering menggunakan istilah dan pola kalimat yang umum. Misalnya, penjelasan mengenai populasi, sampel, instrumen, teknik analisis data, dan metode pengumpulan data.

Karena banyak penelitian menggunakan pola serupa, bagian tersebut terkadang ikut memberikan kontribusi terhadap similarity.

5. Daftar Pustaka Ikut Terdeteksi

Daftar pustaka juga dapat menghasilkan kemiripan karena nama penulis, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, hingga tahun publikasi memang harus ditulis berdasarkan sumber asli.

Karena itu, mahasiswa perlu mengetahui pengaturan pengecekan Turnitin yang digunakan oleh kampusnya.


Skripsi Sudah Selesai tapi Similarity Masih Tinggi, Harus Bagaimana?

Jika skripsi sudah selesai dan similarity masih tinggi, langkah pertama adalah jangan langsung menghapus banyak bagian secara acak.

Lakukan pemeriksaan secara sistematis.

1. Lihat Detail Similarity Report

Jangan hanya melihat angka seperti 30%, 35%, atau 40%.

Buka hasil similarity report dan perhatikan bagian yang diberi highlight. Dari sana, identifikasi:

  • Paragraf dengan kemiripan tinggi.
  • Sumber yang paling banyak muncul.
  • Kutipan langsung.
  • Bagian teori.
  • Bagian metode.
  • Bagian pembahasan.
  • Daftar pustaka.

Dengan mengetahui bagian mana yang memberikan kontribusi terbesar, revisi dapat dilakukan dengan lebih terarah.


2. Prioritaskan Bagian dengan Kemiripan Tinggi

Tidak semua highlight harus langsung diubah.

Misalnya, terdapat satu halaman dengan beberapa istilah yang memang harus dipertahankan karena merupakan istilah teknis. Jangan memaksakan semua istilah tersebut untuk diganti.

Sebaliknya, prioritaskan paragraf yang:

  • Memiliki kemiripan panjang.
  • Struktur kalimatnya sangat mirip.
  • Menggunakan sumber yang sama berulang kali.
  • Mengandung banyak kalimat yang diambil dari referensi.
  • Tidak menunjukkan analisis atau sintesis dari penulis.

Strategi ini membuat proses revisi lebih efisien.


Cara Menurunkan Similarity Skripsi yang Sudah Selesai

1. Parafrase Bagian yang Terdeteksi

Salah satu solusi yang paling umum digunakan adalah melakukan parafrase pada bagian yang memiliki kemiripan tinggi.

Parafrase yang baik dilakukan dengan memahami informasi dari sumber terlebih dahulu, kemudian menyampaikannya kembali menggunakan struktur kalimat sendiri.

Contohnya:

Kalimat awal:

"Media sosial merupakan salah satu sarana komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan bertukar informasi secara cepat."

Hasil parafrase:

"Melalui media sosial, pengguna dapat melakukan pertukaran informasi sekaligus berkomunikasi dengan pihak lain dalam waktu yang relatif singkat."

Makna utama tetap dipertahankan, tetapi struktur penyampaiannya dibuat berbeda.


2. Jangan Hanya Mengganti Sinonim

Kesalahan yang sering dilakukan ketika ingin menurunkan skor Turnitin adalah mengganti kata satu per satu menggunakan sinonim.

Contohnya:

"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh..."

Kemudian hanya diubah menjadi:

"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh..."

Perubahan tersebut sangat kecil.

Parafrase yang lebih baik perlu mempertimbangkan:

  • Struktur kalimat.
  • Urutan informasi.
  • Bentuk aktif dan pasif.
  • Penggabungan atau pemisahan kalimat.
  • Cara menjelaskan suatu konsep.

Dengan demikian, tulisan tidak sekadar terlihat berbeda secara kata, tetapi benar-benar ditulis ulang berdasarkan pemahaman terhadap sumber.


3. Gabungkan Beberapa Sumber Menjadi Sintesis

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa tidak harus menjelaskan setiap teori secara terpisah menggunakan struktur yang sama seperti sumber aslinya.

Cobalah membuat sintesis.

Misalnya, terdapat tiga jurnal yang membahas pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Daripada mengambil definisi dari ketiga jurnal secara terpisah, mahasiswa dapat memahami ketiganya kemudian menyusun satu pembahasan yang menggabungkan perspektif dari beberapa penelitian.

Cara tersebut tidak hanya membantu mengurangi kemiripan, tetapi juga membuat pembahasan menjadi lebih analitis.


4. Periksa Kutipan dan Sitasi

Ketika menemukan teks yang memiliki similarity, periksa apakah bagian tersebut merupakan kutipan atau informasi yang berasal dari sumber tertentu.

Jika menggunakan ide orang lain, sumber tetap harus dicantumkan.

Menurunkan similarity bukan berarti menghilangkan sitasi.

Justru sitasi merupakan bagian penting dari penulisan akademik karena menunjukkan dari mana informasi atau gagasan tersebut diperoleh.

Jangan menghapus nama penulis atau referensi hanya agar persentase similarity terlihat lebih rendah.


5. Evaluasi Kutipan Langsung

Jika terdapat banyak kutipan langsung, periksa kembali apakah semuanya benar-benar perlu dipertahankan dalam bentuk kutipan.

Untuk informasi yang tidak harus ditulis persis seperti sumber asli, Anda dapat menyampaikannya melalui parafrase dengan tetap mencantumkan sumber.

Namun, untuk definisi resmi, regulasi, atau pernyataan tertentu yang memang perlu dikutip secara langsung, kutipan dapat dipertahankan sesuai aturan akademik.


6. Periksa Bagian yang Sering Menyumbang Similarity

Beberapa bagian skripsi yang sering perlu diperiksa antara lain:

BAB I – Pendahuluan

Periksa latar belakang, terutama jika banyak menggunakan data atau penjelasan dari artikel dan penelitian sebelumnya.

BAB II – Tinjauan Pustaka

Bagian ini sering memiliki similarity tinggi karena banyak teori dan penelitian terdahulu yang digunakan.

BAB III – Metodologi Penelitian

Periksa penjelasan metode, definisi operasional, populasi, sampel, dan prosedur penelitian.

BAB IV – Hasil dan Pembahasan

Pastikan pembahasan benar-benar berasal dari hasil penelitian dan analisis penulis.

BAB V – Kesimpulan

Pastikan kesimpulan merupakan hasil sintesis penelitian sendiri dan tidak sekadar mengulang sumber lain.


Apakah Similarity Harus 0%?

Tidak.

Target similarity 0% bukan merupakan tujuan yang selalu realistis ataupun diperlukan dalam karya ilmiah. Dalam skripsi, masih mungkin terdapat kemiripan yang wajar karena adanya istilah akademik, judul penelitian, nama teori, kutipan, maupun referensi.

Yang lebih penting adalah memastikan bahwa bagian yang memiliki kemiripan memang digunakan dengan benar dan sesuai aturan akademik.

Standar similarity juga dapat berbeda antara satu universitas dengan universitas lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya mengikuti pedoman dari kampus dan arahan dosen pembimbing.


Hindari Cara Instan yang Tidak Etis

Ketika melihat similarity tinggi, sebagian mahasiswa mungkin mencari cara cepat untuk "mengelabui" sistem.

Cara seperti manipulasi karakter, menyisipkan simbol tertentu, menyembunyikan teks, atau mengubah dokumen dengan cara yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah.

Fokus utama seharusnya bukan sekadar mendapatkan angka similarity rendah, tetapi menghasilkan skripsi yang benar-benar memiliki kualitas akademik dan orisinalitas yang baik.


Tips Agar Similarity Tidak Tinggi Sejak Awal

Pencegahan sebenarnya lebih mudah dibandingkan memperbaiki skripsi yang sudah selesai.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan sejak awal adalah:

  1. Selalu mencatat sumber ketika membaca jurnal.
  2. Hindari copy-paste terlalu banyak.
  3. Biasakan melakukan parafrase.
  4. Gunakan kutipan sesuai kebutuhan.
  5. Cantumkan sitasi pada ide yang berasal dari sumber lain.
  6. Buat sintesis dari beberapa referensi.
  7. Periksa similarity secara berkala.
  8. Jangan menunggu sampai skripsi selesai untuk melakukan pengecekan.
  9. Ikuti pedoman penulisan kampus.
  10. Lakukan proofreading sebelum melakukan pengecekan akhir.

Dengan melakukan pengecekan secara berkala, revisi dapat dilakukan sedikit demi sedikit sehingga tidak menumpuk menjelang jadwal sidang.


Butuh Bantuan Menurunkan Similarity Skripsi?

Jika kondisi Anda adalah skripsi sudah selesai tapi similarity masih tinggi, JokiLabs dapat membantu proses perbaikan bagian-bagian tulisan yang membutuhkan revisi.

Layanan dapat membantu untuk kebutuhan seperti:

  • Parafrase skripsi.
  • Parafrase jurnal.
  • Revisi bagian dengan similarity tinggi.
  • Editing karya ilmiah.
  • Proofreading skripsi.
  • Perapihan penulisan akademik.
  • Konsultasi terkait hasil similarity.
  • Pengecekan ulang dokumen setelah revisi.

Proses revisi dilakukan dengan tetap mempertahankan makna, konteks penelitian, dan sumber referensi sehingga bukan sekadar mengganti kata secara acak.


Pesan Jasa Parafrase dan Bantuan Revisi di JokiLabs

Sudah menyelesaikan skripsi tetapi masih terkendala similarity Turnitin tinggi? Jangan biarkan masalah tersebut menghambat proses bimbingan atau persiapan sidang.

Anda dapat berkonsultasi dan memesan layanan melalui website:

🌐 jokilabs.com

Atau hubungi WhatsApp:

📱 082241842648

Sampaikan kebutuhan Anda, seperti jumlah halaman, bagian yang memiliki similarity tinggi, dan deadline pengerjaan. Dengan begitu, proses bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dokumen Anda.


Kesimpulan

Skripsi sudah selesai tapi similarity masih tinggi bukan berarti Anda harus mengulang penelitian dari awal. Hal terpenting adalah mengetahui bagian mana yang menyebabkan similarity tinggi dan melakukan revisi secara terarah.

Mulailah dengan membaca similarity report, kemudian identifikasi sumber yang paling banyak memberikan kemiripan. Setelah itu, lakukan parafrase pada bagian yang memang perlu diperbaiki, evaluasi kutipan langsung, perbaiki struktur kalimat, dan pastikan seluruh sumber tetap mendapatkan sitasi yang sesuai.

Jangan hanya mengejar angka similarity serendah mungkin. Kualitas akademik, kejelasan argumen, penggunaan referensi yang benar, dan orisinalitas tulisan tetap menjadi hal utama.

Jika membutuhkan bantuan untuk parafrase skripsi dan menurunkan similarity secara lebih terarah, Anda dapat menghubungi JokiLabs melalui website jokilabs.com atau WhatsApp 082241842648.

Skripsi sudah selesai, similarity masih tinggi? Saatnya revisi bagian yang tepat, bukan menulis ulang semuanya dari awal.