Setelah Dicek Turnitin Kenapa Skornya Menjadi Sangat Tinggi? Ini Penyebab dan Solusinya

Setelah Dicek Turnitin Kenapa Skornya Menjadi Sangat Tinggi?

Pertanyaan “setelah dicek Turnitin kenapa skornya menjadi sangat tinggi?” sering muncul ketika mahasiswa selesai melakukan pengecekan skripsi, tesis, jurnal, makalah, atau tugas akademik. Sebelumnya tulisan mungkin terlihat sudah menggunakan bahasa sendiri, tetapi setelah dokumen dimasukkan ke Turnitin, persentase similarity justru menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut tentu dapat membuat mahasiswa khawatir, terutama jika kampus menetapkan batas maksimal similarity tertentu. Namun, skor Turnitin yang tinggi tidak selalu berarti seseorang melakukan plagiarisme. Angka similarity perlu dibaca bersama dengan sumber-sumber yang terdeteksi dan konteks kemiripan tersebut.

Ada berbagai alasan mengapa skor dapat menjadi tinggi. Kemiripan bisa berasal dari kutipan, daftar pustaka, istilah akademik, metodologi penelitian, sumber internet, repository institusi, atau bahkan dokumen yang pernah diunggah sebelumnya.

Karena itu, jangan langsung melakukan revisi secara acak. Langkah pertama adalah mencari tahu mengapa skor Turnitin menjadi tinggi, bagian mana yang menyumbang similarity terbesar, dan bagaimana cara memperbaikinya tanpa mengubah substansi penelitian.

Artikel ini membahas penyebab skor Turnitin tinggi, cara membaca hasil pengecekan, kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa, serta langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki karya ilmiah.


Apa Itu Skor atau Similarity Turnitin?

Turnitin merupakan alat yang digunakan untuk membandingkan teks dalam sebuah dokumen dengan berbagai sumber yang tersedia dalam database atau indeks yang digunakan oleh sistem tersebut.

Hasil pengecekan biasanya ditampilkan dalam bentuk similarity percentage. Angka tersebut menunjukkan proporsi teks yang memiliki kemiripan dengan sumber lain berdasarkan konfigurasi pengecekan.

Hal yang penting dipahami adalah:

Similarity bukan otomatis berarti plagiarisme.

Misalnya, sebuah skripsi memiliki similarity 25%. Angka tersebut tidak langsung berarti 25% isi skripsi merupakan plagiarisme.

Kemiripan tersebut perlu diperiksa satu per satu.

Sebagai contoh, skor dapat meningkat karena:

  • Kutipan langsung.
  • Daftar pustaka.
  • Judul penelitian.
  • Nama teori.
  • Istilah khusus.
  • Nama lembaga.
  • Judul peraturan.
  • Bagian metodologi.
  • Kalimat akademik yang umum digunakan.
  • Referensi dari jurnal.
  • Konten dari website.
  • Dokumen yang pernah masuk ke database.

Jadi, jika Anda bertanya “setelah dicek Turnitin kenapa skornya menjadi sangat tinggi?”, jangan hanya melihat angka persentasenya. Periksa juga sumber dan bagian teks yang ditandai.


Setelah Dicek Turnitin Kenapa Skornya Menjadi Sangat Tinggi?

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi.

1. Banyak Kalimat yang Masih Terlalu Mirip dengan Sumber

Penyebab paling umum adalah adanya kalimat yang masih mengikuti struktur sumber referensi.

Misalnya, mahasiswa mengambil informasi dari jurnal kemudian hanya mengganti beberapa kata menggunakan sinonim.

Walaupun beberapa kata telah berubah, struktur kalimatnya masih serupa. Akibatnya, bagian tersebut tetap berpotensi menunjukkan kemiripan.

Parafrase yang baik bukan hanya mengganti kata, tetapi menyusun kembali informasi berdasarkan pemahaman terhadap sumber.


2. Terlalu Banyak Menggunakan Kutipan Langsung

Kutipan langsung dapat meningkatkan similarity karena teks yang digunakan memang berasal dari sumber secara langsung.

Kutipan langsung tidak selalu salah. Dalam karya ilmiah, penggunaannya dapat diperlukan untuk pernyataan tertentu.

Namun, jika terlalu banyak bagian skripsi yang menggunakan kutipan langsung, persentase similarity dapat meningkat.

Karena itu, gunakan kutipan langsung secara proporsional dan gunakan parafrase ketika memang memungkinkan.


3. Daftar Pustaka Ikut Terhitung

Daftar pustaka dapat menjadi salah satu bagian yang menyebabkan hasil similarity terlihat lebih tinggi, tergantung pengaturan pemeriksaan yang digunakan.

Nama penulis, judul jurnal, judul buku, penerbit, dan informasi bibliografi memang memiliki kemungkinan sama dengan dokumen lain.

Jika laporan Turnitin menampilkan banyak kemiripan pada bagian referensi, jangan langsung mengubah informasi bibliografi tersebut secara sembarangan.

Yang perlu diperiksa adalah apakah pengaturan pengecekan memungkinkan bagian tertentu seperti bibliografi atau kutipan dikecualikan sesuai kebutuhan akademik dan kebijakan institusi.


4. Bagian Metodologi Penelitian Sering Memiliki Kemiripan

Mahasiswa sering bertanya mengapa Bab III skripsi memiliki similarity cukup tinggi.

Salah satu alasannya adalah penggunaan istilah dan pola penjelasan metodologi yang relatif standar.

Contohnya:

  • Populasi dan sampel.
  • Teknik pengumpulan data.
  • Teknik analisis data.
  • Definisi operasional variabel.
  • Instrumen penelitian.
  • Uji validitas.
  • Uji reliabilitas.
  • Uji normalitas.
  • Regresi linear.
  • Uji hipotesis.

Beberapa istilah tersebut memang bersifat teknis dan tidak dapat diganti sembarangan.

Karena itu, jangan memaksakan perubahan istilah hanya untuk mengejar persentase similarity yang lebih rendah. Yang perlu diperbaiki adalah bagian yang memang menggunakan susunan kalimat dari sumber tanpa pengolahan yang memadai.


5. Banyak Menggunakan Definisi dari Satu Sumber

Tinjauan pustaka juga sering menjadi penyumbang similarity yang cukup besar.

Misalnya mahasiswa menggunakan banyak definisi dari satu buku atau jurnal dan memasukkannya hampir dalam bentuk aslinya.

Akibatnya, beberapa paragraf dapat memiliki kemiripan yang tinggi dengan sumber tersebut.

Solusinya bukan menghapus teori, tetapi menyusun sintesis literatur.

Artinya, mahasiswa dapat membaca beberapa sumber kemudian menjelaskan konsep tersebut menggunakan pemahaman sendiri dengan tetap mencantumkan referensi yang relevan.


6. Satu Sumber Digunakan Terlalu Dominan

Similarity dapat menjadi tinggi ketika hampir seluruh pembahasan dibangun dari satu atau dua sumber.

Selain berpotensi menghasilkan kemiripan tinggi, penggunaan sumber yang terlalu sedikit juga dapat membuat kajian pustaka kurang kuat.

Cobalah menggunakan referensi yang lebih beragam dan relevan.

Misalnya:

  • Jurnal nasional.
  • Jurnal internasional.
  • Buku akademik.
  • Prosiding.
  • Sumber resmi lembaga.
  • Penelitian terdahulu.

Dengan referensi yang beragam, pembahasan dapat menjadi lebih kaya dan argumentasi penelitian menjadi lebih kuat.


7. Dokumen Pernah Diunggah Sebelumnya

Salah satu kondisi yang sering membingungkan mahasiswa adalah ketika dokumen yang sama atau versi sebelumnya pernah dikirim untuk pengecekan.

Jika dokumen sebelumnya tersimpan dalam sumber yang dapat dibandingkan oleh sistem, versi berikutnya berpotensi menunjukkan kemiripan dengan dokumen tersebut.

Inilah salah satu alasan mengapa mahasiswa bisa merasa:

“Saya sudah menulis skripsi sendiri, tetapi kenapa setelah dicek Turnitin skornya tinggi?”

Karena itu, penting mengetahui ke mana dokumen sebelumnya pernah dikirim dan bagaimana konfigurasi pengecekan dilakukan.

Jika masalahnya berasal dari dokumen sendiri yang sebelumnya tersimpan dalam database, solusinya berbeda dengan masalah parafrase.


8. Banyak Kalimat Akademik yang Bersifat Umum

Karya ilmiah memiliki gaya bahasa tertentu. Akibatnya, beberapa frasa dapat muncul di banyak dokumen.

Contohnya:

  • “Penelitian ini bertujuan untuk…”
  • “Berdasarkan hasil penelitian…”
  • “Data yang digunakan dalam penelitian ini…”
  • “Metode yang digunakan dalam penelitian ini…”

Kemiripan pada frasa umum tidak selalu menjadi masalah besar.

Yang lebih penting adalah melihat pola kemiripan secara keseluruhan dan sumber yang terdeteksi.


9. Sumber Internet Turut Terdeteksi

Selain jurnal dan dokumen akademik, teks dari internet juga dapat menjadi sumber kemiripan.

Hal ini sering terjadi ketika mahasiswa mengambil definisi, penjelasan teori, atau informasi dari website lalu memasukkannya ke dalam karya ilmiah.

Jika informasi tersebut berasal dari website, sebaiknya:

  1. Pahami informasi yang dibaca.
  2. Tulis kembali menggunakan bahasa sendiri.
  3. Pastikan fakta tetap akurat.
  4. Cantumkan sumber jika memang diperlukan.

Jangan menganggap informasi dari internet bebas digunakan tanpa atribusi.


10. Pengaturan Pengecekan Mempengaruhi Hasil

Hasil similarity dapat dipengaruhi oleh konfigurasi pemeriksaan.

Dalam situasi tertentu, institusi dapat menerapkan pengaturan atau filter yang berbeda terkait kutipan, bibliografi, maupun sumber dengan ukuran kemiripan tertentu.

Oleh karena itu, dua laporan dari dokumen yang sama tidak selalu harus menghasilkan tampilan yang identik jika konfigurasi pemeriksaannya berbeda.

Inilah alasan mengapa mahasiswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka besar yang ditampilkan di laporan.


Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Turnitin Tinggi?

Jika setelah dicek Turnitin skornya menjadi sangat tinggi, lakukan pemeriksaan secara bertahap.

Langkah pertama: Lihat persentasenya

Catat berapa persen similarity yang muncul.

Langkah kedua: Lihat sumber terbesar

Periksa sumber yang memberikan kontribusi kemiripan paling besar.

Langkah ketiga: Buka bagian yang ditandai

Jangan hanya melihat daftar sumber. Buka teks yang diberi highlight.

Langkah keempat: Kelompokkan masalah

Misalnya:

  • Kemiripan berasal dari kutipan.
  • Kemiripan berasal dari daftar pustaka.
  • Kemiripan berasal dari jurnal.
  • Kemiripan berasal dari website.
  • Kemiripan berasal dari dokumen sebelumnya.

Langkah kelima: Revisi bagian yang memang perlu

Tidak semua highlight harus diubah.

Prioritaskan bagian yang memang menggunakan teks sumber terlalu dekat dan tidak diperlukan sebagai kutipan langsung.


Cara Menurunkan Skor Turnitin dengan Benar

Setelah mengetahui penyebabnya, lakukan revisi secara terarah.

1. Parafrase Berdasarkan Pemahaman

Baca sumber sampai memahami maksudnya. Setelah itu, tuliskan kembali menggunakan struktur kalimat sendiri.

Jangan hanya mengganti kata dengan sinonim.

2. Ubah Struktur Kalimat

Jika sumber menggunakan pola tertentu, susun kembali berdasarkan cara Anda menjelaskan informasi tersebut.

3. Gabungkan Beberapa Referensi

Daripada menjelaskan teori berdasarkan satu sumber secara panjang, Anda dapat melakukan sintesis dari beberapa sumber yang relevan.

4. Kurangi Kutipan Langsung yang Tidak Diperlukan

Pertahankan kutipan langsung ketika memang dibutuhkan. Untuk bagian lainnya, gunakan parafrase yang akurat.

5. Periksa Sitasi

Pastikan setiap gagasan yang berasal dari sumber lain tetap memiliki atribusi yang sesuai.

6. Jangan Mengubah Data

Saat melakukan revisi, angka penelitian, hasil statistik, definisi operasional, dan fakta tidak boleh diubah hanya demi mengurangi similarity.


Apakah Target Turnitin Harus Serendah Mungkin?

Tidak selalu.

Tujuan utama bukan mendapatkan angka similarity 0%, karena dalam karya ilmiah beberapa kemiripan dapat bersifat wajar.

Nama teori, istilah ilmiah, judul referensi, kutipan, dan informasi tertentu memang dapat memiliki kemiripan dengan dokumen lain.

Yang lebih penting adalah memastikan bahwa karya ilmiah:

  • Ditulis secara orisinal.
  • Menggunakan sumber secara bertanggung jawab.
  • Memiliki sitasi yang tepat.
  • Tidak menyalin karya orang lain.
  • Memiliki argumentasi sendiri.
  • Mematuhi standar akademik kampus.

Target similarity sebaiknya mengikuti ketentuan perguruan tinggi atau jurnal yang bersangkutan, bukan sekadar mengejar angka serendah mungkin.


Hindari Cara Instan untuk Mengakali Turnitin

Ketika mendapatkan hasil similarity tinggi, sebagian orang mungkin tergoda mencari cara instan untuk menghindari sistem.

Misalnya dengan:

  • Memasukkan karakter tersembunyi.
  • Mengubah teks menjadi gambar.
  • Menggunakan simbol secara tidak wajar.
  • Memanipulasi format dokumen.
  • Menggunakan teknik yang sengaja menyamarkan teks.

Cara seperti ini tidak disarankan.

Fokus utama seharusnya adalah memperbaiki kualitas tulisan dan memastikan penggunaan sumber sesuai dengan etika akademik.

Menurunkan similarity bukan berarti menyembunyikan plagiarisme.

Tujuannya adalah memperbaiki tulisan yang terlalu dekat dengan sumber sekaligus mempertahankan keakuratan informasi.


Mengapa Parafrase Profesional Penting?

Parafrase membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengganti kata.

Penulis perlu memahami:

  • Konteks.
  • Struktur kalimat.
  • Hubungan antargagasan.
  • Istilah teknis.
  • Makna akademik.
  • Sitasi.
  • Alur pembahasan.

Jika parafrase dilakukan secara asal, makna penelitian dapat berubah.

Contohnya, kata “berhubungan” tidak selalu dapat diganti menjadi “menyebabkan”.

Begitu juga kata “dapat meningkatkan” tidak boleh sembarangan diubah menjadi “pasti meningkatkan”.

Perubahan kecil seperti ini dapat mengubah kesimpulan ilmiah.

Karena itu, proses revisi similarity sebaiknya tetap memperhatikan substansi dan konteks penelitian.


Tips Agar Skor Turnitin Tidak Tinggi Sejak Awal

Mencegah similarity tinggi tentu lebih mudah daripada melakukan revisi besar di akhir.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan adalah:

  1. Jangan copy-paste dari sumber secara langsung.
  2. Baca referensi sebelum menulis.
  3. Gunakan bahasa sendiri.
  4. Catat sumber setiap kali mengambil informasi.
  5. Gunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero.
  6. Hindari ketergantungan pada satu sumber.
  7. Lakukan parafrase sejak awal.
  8. Periksa sitasi secara berkala.
  9. Lakukan pengecekan similarity sebelum deadline.
  10. Perbaiki bagian yang memiliki kemiripan tinggi secara bertahap.

Dengan kebiasaan tersebut, revisi di tahap akhir dapat menjadi lebih ringan.


Kesimpulan

Jadi, setelah dicek Turnitin kenapa skornya menjadi sangat tinggi?

Ada banyak kemungkinan. Skor tinggi dapat disebabkan oleh teks yang terlalu mirip dengan sumber, penggunaan kutipan langsung yang berlebihan, daftar pustaka, bagian metodologi, tinjauan pustaka, sumber internet, penggunaan satu referensi secara dominan, hingga dokumen yang pernah diunggah sebelumnya.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa skor tinggi berarti plagiarisme. Lakukan pemeriksaan terhadap sumber dan bagian teks yang ditandai untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Jika memang terdapat kemiripan yang tidak diperlukan, lakukan revisi melalui parafrase yang benar, penyusunan ulang struktur kalimat, sintesis beberapa referensi, dan perbaikan sitasi.

Yang terpenting, jangan mengubah data atau menggunakan teknik manipulasi hanya demi mendapatkan persentase tertentu. Karya ilmiah yang baik tetap harus mengutamakan orisinalitas, akurasi, dan etika akademik.


Butuh Bantuan Revisi Turnitin?

Jika hasil Turnitin skripsi, tesis, jurnal, atau tugas akademik Anda terlalu tinggi dan Anda bingung menentukan bagian mana yang harus diperbaiki, JokiLabs dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pendampingan dalam proses revisi dan parafrase akademik.

Anda dapat berkonsultasi mengenai:

  • Parafrase skripsi.
  • Revisi similarity.
  • Pemeriksaan struktur tulisan.
  • Penyusunan kalimat akademik.
  • Pendampingan penulisan karya ilmiah.
  • Konsultasi skripsi dan penelitian.

Kunjungi website resmi:

🌐 JokiLabs.com

Atau hubungi WhatsApp:

📱 082241842648

Jangan Panik Saat Skor Turnitin Tinggi

Cek penyebabnya, pahami bagian yang bermasalah, kemudian lakukan revisi secara tepat.

Jika membutuhkan pendampingan, konsultasikan skripsi atau karya ilmiah Anda dengan JokiLabs sekarang melalui website atau WhatsApp 082241842648.