Hal yang Membuat Skripsi Kita Tinggi Plagiasinya? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hal yang Membuat Skripsi Kita Tinggi Plagiasinya?

Mengerjakan skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian dan mendapatkan hasil yang baik. Mahasiswa juga perlu memastikan bahwa setiap bagian skripsi ditulis sesuai dengan standar akademik dan tidak memiliki tingkat kemiripan yang terlalu tinggi ketika dilakukan pengecekan Turnitin.

Salah satu masalah yang cukup sering dialami mahasiswa adalah skor plagiasi skripsi yang tinggi. Padahal, tidak semua mahasiswa sengaja melakukan plagiarisme. Tingginya similarity bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari terlalu banyak mengambil kalimat dari sumber referensi, teknik parafrase yang kurang tepat, penggunaan kutipan yang berlebihan, hingga penulisan bagian tertentu yang memiliki struktur sangat mirip dengan sumber lain.

Lalu, hal yang membuat skripsi kita tinggi plagiasinya sebenarnya apa saja?

Pada artikel ini, kita akan membahas penyebab plagiasi skripsi yang tinggi sekaligus cara menguranginya secara aman dan sesuai dengan etika akademik.


Apa Itu Plagiasi dalam Skripsi?

Plagiasi secara sederhana dapat dipahami sebagai penggunaan ide, tulisan, data, atau karya orang lain tanpa memberikan pengakuan atau atribusi yang sesuai.

Dalam proses pengecekan menggunakan Turnitin, istilah yang sering muncul adalah similarity atau tingkat kemiripan. Angka similarity menunjukkan seberapa banyak teks dalam dokumen yang memiliki kecocokan dengan sumber yang terdapat dalam database sistem.

Hal penting yang perlu dipahami adalah similarity tidak selalu sama dengan plagiarisme.

Misalnya, bagian daftar pustaka, nama teori, istilah penelitian, kutipan yang memang dicantumkan dengan benar, atau kalimat tertentu yang bersifat umum dapat menghasilkan kecocokan. Karena itu, mahasiswa tidak sebaiknya hanya fokus mengejar angka serendah mungkin, tetapi juga perlu melihat sumber kemiripannya.


10 Hal yang Membuat Skripsi Kita Tinggi Plagiasinya

Berikut beberapa penyebab yang paling umum membuat skor plagiasi skripsi tinggi.

1. Terlalu Banyak Copy-Paste dari Jurnal

Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan copy-paste dari jurnal, artikel, website, atau penelitian terdahulu.

Ketika mahasiswa menemukan paragraf yang sesuai dengan pembahasan skripsinya, terkadang paragraf tersebut langsung dimasukkan ke dalam dokumen.

Walaupun sumbernya dicantumkan, penggunaan teks secara langsung dalam jumlah banyak tetap dapat menyebabkan similarity meningkat.

Solusinya: pahami terlebih dahulu isi referensi, kemudian jelaskan kembali informasi tersebut menggunakan susunan kalimat sendiri dan tetap sertakan sitasi.


2. Parafrase Hanya Mengganti Beberapa Kata

Ini juga menjadi salah satu hal yang membuat skripsi kita tinggi plagiasinya.

Banyak mahasiswa menganggap parafrase cukup dilakukan dengan mengganti beberapa kata menggunakan sinonim.

Padahal, jika struktur kalimat, urutan informasi, dan pola penulisannya masih sangat mirip dengan sumber asli, kemungkinan terdapat similarity tetap cukup besar.

Parafrase yang baik bukan sekadar mengganti kata.

Mahasiswa perlu:

  • Memahami ide utama sumber.
  • Menulis kembali menggunakan bahasa sendiri.
  • Mengubah struktur kalimat jika diperlukan.
  • Menggabungkan informasi dari beberapa sumber.
  • Tetap mencantumkan referensi.

Dengan begitu, tulisan tidak hanya berbeda secara kata, tetapi juga lebih menunjukkan pemahaman penulis terhadap materi.


3. Terlalu Banyak Menggunakan Kutipan Langsung

Kutipan langsung sebenarnya diperbolehkan dalam karya ilmiah. Namun penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika hampir setiap teori dalam Bab II ditulis menggunakan kutipan langsung, similarity skripsi dapat meningkat.

Sebagai contoh, daripada menyalin definisi dari beberapa sumber secara keseluruhan, mahasiswa dapat menjelaskan inti dari definisi tersebut melalui parafrase dan memberikan sitasi.

Kutipan langsung sebaiknya digunakan ketika kalimat asli memang penting untuk dipertahankan, misalnya pernyataan resmi, definisi tertentu, atau ketentuan dari dokumen yang tidak sebaiknya diubah.


4. Tidak Memahami Teknik Parafrase Akademik

Parafrase merupakan kemampuan penting dalam penulisan skripsi.

Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum memahami bagaimana melakukan parafrase dengan benar.

Parafrase yang baik harus tetap mempertahankan makna asli, tetapi disampaikan dengan struktur dan gaya bahasa yang berbeda.

Misalnya, sebuah sumber menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Daripada menyalin kalimat tersebut secara langsung, mahasiswa dapat memahami gagasannya kemudian menjelaskan bahwa teknologi berperan dalam membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Namun, jangan sampai proses parafrase mengubah makna penelitian atau membuat informasi dari sumber menjadi tidak akurat.


5. Menggunakan Satu Sumber untuk Banyak Paragraf

Terlalu bergantung pada satu jurnal juga dapat membuat banyak bagian skripsi memiliki kemiripan dengan sumber yang sama.

Misalnya, hampir seluruh pembahasan teori berasal dari satu artikel.

Akibatnya, ketika dokumen diperiksa, beberapa paragraf dapat menunjukkan kecocokan dengan sumber tersebut.

Sebaiknya mahasiswa menggunakan referensi yang lebih beragam dan relevan, seperti:

  • Jurnal ilmiah.
  • Buku akademik.
  • Prosiding.
  • Peraturan resmi.
  • Penelitian terdahulu.
  • Sumber akademik terpercaya.

Referensi yang beragam juga dapat membuat pembahasan skripsi menjadi lebih kuat.


6. Menyalin Penelitian Terdahulu Terlalu Banyak

Bagian penelitian terdahulu sering menjadi salah satu bagian yang memiliki banyak kemiripan.

Mahasiswa terkadang menyalin deskripsi penelitian sebelumnya hampir secara keseluruhan.

Padahal, bagian tersebut sebaiknya disusun dalam bentuk ringkasan atau sintesis.

Misalnya, mahasiswa dapat menjelaskan:

  • Siapa penelitinya.
  • Tahun penelitian.
  • Topik penelitian.
  • Metode yang digunakan.
  • Hasil penelitian.
  • Perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Dengan menyusun informasi tersebut menggunakan bahasa sendiri, tulisan menjadi lebih informatif sekaligus mengurangi ketergantungan pada teks asli.


7. Menggunakan Template Skripsi Tanpa Memahami Bagian yang Dikecualikan

Beberapa bagian skripsi memang menggunakan format atau istilah yang hampir sama antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.

Contohnya:

  • Judul bab.
  • Istilah metodologi.
  • Format daftar pustaka.
  • Nama institusi.
  • Istilah penelitian tertentu.

Bagian seperti ini tidak selalu menunjukkan adanya plagiarisme.

Karena itu, ketika melihat skor similarity, mahasiswa perlu memperhatikan sumber dan bagian teks yang terdeteksi, bukan hanya angka persentasenya.


8. Kesalahan dalam Penulisan Sitasi

Kesalahan sitasi juga dapat menimbulkan masalah akademik.

Setiap kali menggunakan ide atau informasi dari sumber lain, pastikan sumber tersebut diberikan atribusi sesuai pedoman kampus.

Gunakan gaya sitasi yang diwajibkan, misalnya:

  • APA.
  • Harvard.
  • MLA.
  • Chicago.
  • Vancouver.

Mahasiswa juga dapat menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk membantu mengelola sumber.


9. Menulis dengan Pola Kalimat yang Terlalu Mirip Sumber

Terkadang mahasiswa sudah mengganti beberapa kata, tetapi struktur kalimatnya masih sama.

Contohnya, struktur sumber:

Subjek → metode → tujuan → hasil

Kemudian struktur tersebut dipertahankan persis dengan hanya mengganti beberapa istilah.

Kondisi seperti ini dapat membuat teks tetap memiliki kemiripan.

Karena itu, ketika melakukan parafrase, jangan hanya bertanya:

"Kata apa yang harus saya ganti?"

Lebih baik tanyakan:

"Bagaimana saya menjelaskan informasi ini jika menggunakan gaya bahasa saya sendiri?"

Pertanyaan tersebut membantu menghasilkan parafrase yang lebih natural.


10. Tidak Melakukan Pengecekan Sebelum Skripsi Dikumpulkan

Kesalahan lain adalah baru melakukan pengecekan similarity ketika skripsi sudah selesai seluruhnya.

Akibatnya, jika skor tinggi, mahasiswa harus melakukan revisi dalam jumlah besar.

Idealnya, pengecekan dilakukan secara bertahap setelah bagian-bagian penting selesai.

Misalnya:

Bab I → cek dan revisi → Bab II → cek dan revisi → Bab III → cek dan revisi → Bab IV → cek dan revisi → final check.

Cara tersebut dapat membantu mahasiswa menemukan bagian yang perlu diperbaiki lebih awal.


Bagaimana Cara Menurunkan Plagiasi Skripsi?

Setelah mengetahui hal yang membuat skripsi kita tinggi plagiasinya, langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Lakukan Parafrase dengan Benar

Baca sumber sampai benar-benar memahami maksudnya. Setelah itu, tuliskan kembali gagasan tersebut menggunakan bahasa sendiri.

Jangan mengubah makna hanya demi mendapatkan angka similarity yang lebih rendah.


2. Gabungkan Beberapa Referensi

Daripada menjelaskan suatu teori hanya berdasarkan satu sumber, mahasiswa dapat membandingkan beberapa penelitian.

Misalnya:

Penelitian A menemukan X, sedangkan penelitian B menunjukkan Y. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa...

Cara ini menghasilkan pembahasan yang lebih analitis dan tidak sekadar menyalin teori.


3. Tambahkan Analisis Sendiri

Skripsi seharusnya tidak hanya berisi kumpulan teori dari berbagai sumber.

Mahasiswa juga perlu menunjukkan hasil pemikiran, analisis, interpretasi, dan pembahasan berdasarkan penelitian yang dilakukan.

Semakin banyak bagian yang merupakan hasil analisis sendiri, semakin kuat karakter akademik tulisan tersebut.


4. Periksa Sumber yang Menyebabkan Similarity Tinggi

Jangan langsung mengubah semua bagian yang ditandai Turnitin.

Periksa terlebih dahulu sumbernya.

Jika kemiripan berasal dari kutipan yang memang benar, bagian tersebut belum tentu perlu diubah.

Namun jika berasal dari paragraf yang terlalu mirip dengan jurnal dan tidak menggunakan parafrase yang memadai, bagian tersebut dapat direvisi.


Apakah Skor Turnitin Harus 0%?

Tidak selalu.

Target similarity setiap kampus dapat berbeda. Bahkan, mendapatkan angka 0% bukan berarti selalu menjadi tujuan utama dalam penulisan akademik.

Dalam skripsi terdapat istilah, nama teori, judul penelitian, kutipan, dan informasi tertentu yang memang dapat memiliki kemiripan.

Yang lebih penting adalah memastikan bahwa kemiripan tersebut berasal dari sumber yang jelas dan digunakan sesuai aturan akademik.

Karena itu, jangan menggunakan cara-cara manipulatif hanya untuk mendapatkan angka 0%.


Hindari Cara-Cara Manipulatif untuk Mengakali Turnitin

Ketika mencari informasi mengenai cara menurunkan skor Turnitin, mahasiswa mungkin menemukan berbagai trik di internet.

Beberapa di antaranya menyarankan penggunaan karakter tersembunyi, mengganti huruf dengan simbol, mengubah teks menjadi gambar, atau menggunakan metode tertentu untuk mengelabui sistem.

Cara seperti ini tidak disarankan.

Tujuan pengecekan similarity adalah membantu memastikan kualitas dan orisinalitas karya ilmiah. Karena itu, solusi terbaik adalah memperbaiki tulisan, melakukan parafrase dengan benar, dan mencantumkan sumber secara tepat.


Kapan Sebaiknya Cek Turnitin?

Pengecekan sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali.

Waktu yang tepat dapat disesuaikan dengan proses pengerjaan skripsi. Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah melakukan pengecekan setelah draft beberapa bab selesai.

Pengecekan akhir juga penting dilakukan sebelum:

  • Mengirim skripsi kepada dosen.
  • Mendaftar seminar proposal.
  • Mendaftar sidang.
  • Mengirim artikel jurnal.
  • Mengumpulkan tugas akhir.

Dengan melakukan pengecekan lebih awal, mahasiswa memiliki waktu untuk melakukan revisi apabila ditemukan similarity yang tinggi.


Butuh Bantuan Mengecek dan Memperbaiki Skripsi?

Jika setelah melakukan pengecekan ternyata skor plagiasi skripsi kamu masih tinggi, jangan langsung panik.

JokiLabs siap membantu kebutuhan akademik kamu, mulai dari pengecekan similarity, parafrase, hingga perapihan dokumen.

Kamu bisa mendapatkan bantuan untuk:

✅ Cek Turnitin
✅ Parafrase skripsi
✅ Revisi bagian yang memiliki similarity tinggi
✅ Editing dan proofreading
✅ Perapihan skripsi sesuai pedoman kampus
✅ Bantuan pengelolaan referensi

Proses revisi tetap perlu memperhatikan makna, sumber referensi, dan standar akademik, sehingga bukan sekadar mengejar angka similarity serendah mungkin.


Kesimpulan

Jadi, hal yang membuat skripsi kita tinggi plagiasinya tidak selalu karena mahasiswa sengaja melakukan plagiarisme. Similarity yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti terlalu banyak copy-paste, parafrase yang hanya mengganti beberapa kata, kutipan langsung berlebihan, terlalu bergantung pada satu sumber, penelitian terdahulu yang disalin, hingga kesalahan dalam mengolah referensi.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menulis menggunakan bahasa sendiri, melakukan parafrase dengan benar, menggunakan sumber yang beragam, memberikan sitasi yang sesuai, serta melakukan pengecekan similarity secara berkala.

Jangan hanya berfokus pada angka Turnitin. Yang paling penting adalah menghasilkan skripsi yang orisinil, berkualitas, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan aturan akademik kampus.


🚀 Skripsi Punya Similarity Tinggi? JokiLabs Siap Membantu!

Tidak perlu bingung menghadapi revisi skripsi karena skor Turnitin yang tinggi. JokiLabs menyediakan layanan bantuan parafrase, pengecekan Turnitin, editing, dan perapihan dokumen untuk membantu mahasiswa mempersiapkan karya ilmiah dengan lebih baik.

👉 Order melalui website: jokilabs.com
📱 WhatsApp: 082241842648

Cek, revisi, dan rapikan skripsimu sebelum dikumpulkan. Jangan tunggu deadline mepet!