Hal yang Harus Dihindari Saat Parafrase Agar Terhindar dari Plagiasi dan Lolos Turnitin

Hal yang Harus Dihindari Saat Parafrase Agar Terhindar dari Plagiasi dan Lolos Turnitin

Parafrase merupakan salah satu teknik yang paling sering digunakan mahasiswa untuk menyusun skripsi, tesis, jurnal, maupun tugas kuliah. Tujuan utama parafrase adalah menyampaikan kembali ide dari suatu sumber menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang melakukan parafrase dengan cara yang kurang tepat sehingga hasilnya tetap dianggap memiliki tingkat kemiripan tinggi ketika diperiksa menggunakan Turnitin.

Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang merasa sudah mengubah beberapa kata, tetapi hasil similarity masih tinggi. Hal ini terjadi karena parafrase bukan sekadar mengganti sinonim, melainkan membutuhkan pemahaman terhadap isi kalimat dan kemampuan menyusun ulang struktur penulisan.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai hal yang harus dihindari saat parafrase, sehingga hasil tulisan menjadi lebih natural, mudah dipahami, serta memiliki risiko plagiasi yang lebih rendah.


Apa Itu Parafrase?

Parafrase adalah proses menuliskan kembali informasi dari suatu sumber menggunakan susunan kalimat baru tanpa mengubah makna yang ingin disampaikan.

Parafrase yang baik harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  • Menggunakan struktur kalimat yang berbeda.
  • Mempertahankan makna asli.
  • Menggunakan gaya bahasa sendiri.
  • Tetap mencantumkan sumber sitasi apabila informasi berasal dari referensi tertentu.

Parafrase bukan berarti menghilangkan sitasi atau menyembunyikan sumber informasi. Justru parafrase yang benar tetap harus disertai kutipan sesuai aturan penulisan ilmiah.


Mengapa Banyak Hasil Parafrase Masih Tinggi di Turnitin?

Banyak mahasiswa menganggap bahwa mengganti beberapa kata sudah cukup untuk menurunkan similarity. Padahal, sistem Turnitin membandingkan lebih dari sekadar kata per kata. Turnitin juga mampu mengenali pola kalimat, susunan frasa, hingga kemiripan struktur tulisan.

Oleh karena itu, jika perubahan yang dilakukan terlalu sedikit, kemungkinan besar hasil pengecekan masih menunjukkan persentase similarity yang tinggi.


Hal yang Harus Dihindari Saat Parafrase

1. Hanya Mengganti Kata dengan Sinonim

Ini merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan.

Contoh:

Kalimat asli:

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa.

Hasil yang kurang tepat:

Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui dampak media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa.

Sekilas terlihat berbeda, namun sebenarnya struktur kalimatnya hampir sama. Cara seperti ini masih berpotensi terdeteksi sebagai kemiripan oleh Turnitin.

Yang benar adalah menyusun ulang keseluruhan kalimat sehingga memiliki bentuk yang berbeda tetapi maknanya tetap sama.


2. Tidak Memahami Isi Referensi

Kesalahan berikutnya adalah langsung mengganti kata tanpa memahami isi bacaan.

Akibatnya:

  • Kalimat menjadi tidak nyambung.
  • Makna berubah.
  • Terjadi kesalahan ilmiah.
  • Tulisan terasa dipaksakan.

Sebelum melakukan parafrase, bacalah referensi hingga benar-benar memahami maksud penulis. Setelah itu, tuliskan kembali menggunakan bahasa sendiri.


3. Menyalin Struktur Kalimat Asli

Meskipun kata-kata sudah diubah, struktur kalimat yang sama tetap berpotensi menghasilkan similarity tinggi.

Misalnya urutan:

Subjek → Predikat → Objek → Keterangan

Tetap dipertahankan seluruhnya.

Parafrase yang baik sebaiknya mengubah:

  • urutan kalimat,
  • bentuk aktif menjadi pasif,
  • atau memecah satu kalimat panjang menjadi beberapa kalimat pendek.

4. Menghapus Sitasi

Banyak mahasiswa berpikir bahwa menghapus nama penulis akan membuat tulisan terlihat lebih original.

Padahal justru sebaliknya.

Menghilangkan sitasi dapat dikategorikan sebagai pelanggaran etika akademik karena menggunakan ide orang lain tanpa memberikan kredit kepada penulis aslinya.

Walaupun sudah diparafrase, sumber tetap harus dicantumkan sesuai gaya sitasi yang digunakan, seperti APA, IEEE, Vancouver, atau Harvard.


5. Terlalu Mengandalkan AI Tanpa Proofreading

Saat ini banyak mahasiswa menggunakan AI untuk membantu melakukan parafrase.

Hal tersebut sebenarnya boleh saja sebagai alat bantu.

Namun hasil AI tetap perlu diperiksa kembali karena terkadang:

  • makna berubah,
  • bahasa terlalu kaku,
  • terdapat informasi yang tidak sesuai konteks,
  • bahkan muncul sitasi yang tidak valid.

Proofreading menjadi langkah penting agar hasil akhir tetap sesuai dengan isi referensi.


6. Mengubah Kata tetapi Tidak Mengubah Ide Penyampaian

Parafrase yang baik bukan hanya mengganti kosakata.

Anda juga perlu mengubah cara penyampaian informasi.

Misalnya dengan:

  • menggabungkan beberapa kalimat,
  • memecah kalimat panjang,
  • mengubah urutan penjelasan,
  • menggunakan sudut pandang berbeda.

Cara ini membuat tulisan jauh lebih natural.


7. Menggunakan Terlalu Banyak Kutipan Langsung

Kutipan langsung memang diperbolehkan dalam karya ilmiah.

Namun jika jumlahnya terlalu banyak, dokumen akan memiliki tingkat kemiripan yang tinggi.

Sebaiknya gunakan kutipan langsung hanya pada:

  • definisi resmi,
  • undang-undang,
  • teori yang tidak boleh diubah,
  • atau pernyataan tokoh tertentu.

Selain itu, lebih baik menggunakan parafrase.


8. Tidak Mengecek Hasil dengan Turnitin

Banyak mahasiswa baru mengetahui similarity tinggi setelah mengumpulkan tugas.

Padahal pengecekan lebih awal dapat membantu menemukan bagian yang masih memiliki kemiripan tinggi sehingga dapat diperbaiki sebelum dikumpulkan.

Melakukan pengecekan Turnitin sebelum deadline menjadi langkah yang sangat disarankan.


9. Memaksakan Mengganti Semua Kata

Kesalahan lainnya adalah mengganti semua kata, termasuk istilah ilmiah.

Padahal terdapat beberapa istilah yang memang tidak perlu diubah, misalnya:

  • regresi linear
  • validitas
  • reliabilitas
  • inflasi
  • ekonomi makro
  • machine learning

Istilah ilmiah tetap boleh digunakan sebagaimana mestinya agar makna tidak berubah.


10. Mengabaikan Kualitas Bahasa

Tujuan parafrase bukan hanya menurunkan similarity.

Tulisan juga harus:

  • mudah dipahami,
  • sesuai kaidah Bahasa Indonesia,
  • efektif,
  • dan nyaman dibaca.

Parafrase yang terlalu dipaksakan justru membuat kualitas karya ilmiah menurun.


Tips Melakukan Parafrase yang Benar

Agar hasil parafrase lebih maksimal, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  • Pahami isi referensi terlebih dahulu.
  • Tulis kembali tanpa melihat kalimat asli.
  • Gunakan gaya bahasa sendiri.
  • Ubah struktur kalimat secara menyeluruh.
  • Pertahankan makna asli.
  • Tetap cantumkan sitasi.
  • Lakukan proofreading.
  • Periksa menggunakan Turnitin sebelum dikumpulkan.

Dengan menerapkan langkah tersebut, peluang memperoleh similarity yang lebih rendah akan semakin besar.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Parafrase?

Tidak semua mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk melakukan parafrase secara manual, terutama ketika menghadapi deadline skripsi, tesis, maupun publikasi jurnal.

Menggunakan jasa parafrase dapat menjadi solusi apabila:

  • deadline sudah dekat,
  • jumlah halaman sangat banyak,
  • membutuhkan hasil yang lebih rapi,
  • ingin memperbaiki similarity Turnitin,
  • membutuhkan proofreading akademik.

Pastikan memilih penyedia jasa yang mengutamakan kualitas penulisan dan tetap menjaga makna asli setiap kalimat.


Mengapa Memilih JokiLabs?

JokiLabs membantu mahasiswa dalam layanan akademik secara profesional dengan proses yang mengutamakan kualitas hasil penulisan.

Keunggulan layanan JokiLabs:

  • Parafrase manual dan natural.
  • Mempertahankan makna asli tulisan.
  • Membantu mengurangi tingkat kemiripan Turnitin.
  • Pengerjaan cepat sesuai deadline.
  • Data pelanggan dijaga kerahasiaannya.
  • Didukung oleh tim yang berpengalaman dalam penulisan akademik.

FAQ

Apakah parafrase dapat menghilangkan plagiasi sepenuhnya?

Tidak. Parafrase bertujuan mengurangi tingkat kemiripan tulisan. Hasil similarity tetap dipengaruhi oleh isi dokumen, jenis referensi, dan pengaturan pengecekan Turnitin.

Apakah setelah diparafrase masih harus mencantumkan sitasi?

Ya. Parafrase tidak menghilangkan kewajiban untuk mencantumkan sumber referensi.

Mengapa hasil Turnitin masih tinggi meskipun sudah diparafrase?

Kemungkinan struktur kalimat masih terlalu mirip dengan sumber asli, terdapat kutipan langsung yang banyak, atau ada bagian lain dalam dokumen yang memiliki kemiripan tinggi.

Apakah mengganti sinonim sudah termasuk parafrase?

Belum tentu. Parafrase yang benar juga harus mengubah struktur dan cara penyampaian kalimat, bukan hanya mengganti beberapa kata.


Kesimpulan

Memahami hal yang harus dihindari saat parafrase sangat penting bagi setiap mahasiswa yang ingin menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Kesalahan seperti hanya mengganti sinonim, tidak mengubah struktur kalimat, menghapus sitasi, atau terlalu bergantung pada AI justru dapat menyebabkan similarity tetap tinggi saat diperiksa menggunakan Turnitin.

Dengan melakukan parafrase secara benar, mempertahankan makna asli, serta tetap mencantumkan sumber referensi, Anda dapat menghasilkan tulisan yang lebih original, profesional, dan sesuai dengan kaidah akademik.

Butuh Jasa Parafrase Profesional?

Jika Anda ingin menurunkan tingkat kemiripan Turnitin dengan hasil yang tetap natural dan mudah dipahami, JokiLabs siap membantu.

🌐 Order sekarang melalui website: jokilabs.com

📱 WhatsApp: 085175222184

Tim JokiLabs siap membantu pengerjaan parafrase skripsi, tesis, jurnal, artikel ilmiah, maupun tugas kuliah dengan proses cepat, aman, dan mengutamakan kualitas hasil penulisan.

Pada artikel selanjutnya, pembahasan akan difokuskan pada topik : Cara Parafrase agar Makna dalam Teks Tetap Sesuai