Filter Turnitin yang Umum Digunakan oleh Kampus
Bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, disertasi, jurnal, atau makalah, pengecekan Turnitin menjadi salah satu tahap yang cukup penting sebelum karya dikumpulkan. Salah satu hal yang sering membingungkan adalah adanya berbagai filter Turnitin yang umum digunakan oleh kampus.
Tidak sedikit mahasiswa yang hanya memperhatikan angka persentase similarity tanpa memahami bagaimana hasil tersebut diperoleh. Padahal, pengaturan filter pada saat pemeriksaan dapat memengaruhi angka similarity yang ditampilkan. Perbedaan pengaturan filter juga dapat menyebabkan satu dokumen menghasilkan persentase yang berbeda ketika diperiksa dengan konfigurasi yang berbeda.
Karena itu, memahami filter Turnitin yang umum digunakan oleh kampus dapat membantu mahasiswa membaca laporan similarity dengan lebih tepat. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa tidak hanya fokus mengejar angka rendah, tetapi juga dapat mengetahui bagian mana dari karya ilmiah yang memang perlu diperbaiki.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian filter Turnitin, jenis filter yang sering digunakan, fungsi masing-masing filter, alasan kampus menerapkannya, hingga tips mempersiapkan dokumen sebelum melakukan pengecekan similarity.
Apa Itu Filter Turnitin?
Filter Turnitin adalah pengaturan yang digunakan dalam proses pemeriksaan similarity untuk menentukan bagian atau jenis sumber tertentu yang akan disertakan atau dikecualikan dari perhitungan persentase kemiripan.
Secara sederhana, filter dapat membantu pengguna melihat hasil similarity dengan konteks yang lebih relevan.
Sebagai contoh, sebuah dokumen memiliki kutipan langsung dan daftar pustaka yang cukup banyak. Jika semua bagian tersebut ikut dihitung, persentase similarity bisa terlihat lebih tinggi. Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat melakukan pengecualian terhadap bagian tertentu sesuai dengan kebijakan pemeriksaan.
Namun, penting untuk dipahami bahwa penggunaan filter bukan berarti menghilangkan plagiarisme atau mengubah isi karya agar terlihat lebih orisinal. Filter seharusnya digunakan untuk membantu interpretasi hasil pemeriksaan secara lebih akurat.
Setiap kampus dapat memiliki kebijakan yang berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa harus mengikuti aturan dari kampus, fakultas, program studi, dosen pembimbing, atau pihak yang meminta pemeriksaan.
Mengapa Kampus Menggunakan Filter Turnitin?
Kampus menggunakan filter dalam pemeriksaan similarity karena tidak semua kemiripan memiliki makna yang sama.
Sebuah dokumen akademik biasanya memiliki beberapa elemen yang secara alami dapat memiliki kemiripan dengan dokumen lain, seperti:
- Kutipan langsung.
- Daftar pustaka.
- Judul penelitian.
- Nama teori.
- Istilah teknis.
- Nama lembaga atau peraturan.
- Frasa akademik yang umum digunakan.
Jika seluruh elemen tersebut dihitung tanpa mempertimbangkan konteks, persentase similarity mungkin menjadi kurang representatif.
Dengan menggunakan filter tertentu, pihak kampus dapat melakukan evaluasi yang lebih terarah. Namun, pengaturan tersebut tetap harus mengikuti standar yang berlaku di masing-masing institusi.
Jenis Filter Turnitin yang Umum Digunakan oleh Kampus
Berikut beberapa filter Turnitin yang umum digunakan oleh kampus ketika melakukan pemeriksaan similarity.
1. Exclude Quotes atau Mengecualikan Kutipan
Salah satu filter yang paling sering dibahas adalah Exclude Quotes.
Filter ini digunakan untuk mengecualikan teks yang teridentifikasi sebagai kutipan dari perhitungan similarity, tergantung pada pengaturan dan format dokumen.
Dalam karya ilmiah, kutipan langsung memang merupakan bagian yang diperbolehkan jika digunakan dengan benar dan disertai sumber. Namun, kutipan langsung yang terlalu banyak tetap dapat membuat similarity terlihat tinggi jika tidak dikecualikan.
Contohnya, seorang mahasiswa mengutip definisi dari seorang ahli secara langsung. Kalimat tersebut tentu memiliki kemiripan dengan sumber aslinya karena memang sengaja dikutip.
Dalam kondisi seperti ini, filter kutipan dapat membantu membedakan antara kemiripan yang berasal dari kutipan dan kemiripan yang berasal dari penyalinan teks tanpa atribusi.
Namun, mahasiswa tetap harus mengikuti aturan kampus. Jangan menganggap bahwa semua kutipan otomatis dapat dikecualikan.
2. Exclude Bibliography atau Mengecualikan Daftar Pustaka
Filter berikutnya adalah Exclude Bibliography.
Daftar pustaka berisi berbagai judul buku, artikel jurnal, nama penulis, dan informasi publikasi. Karena data tersebut berasal dari sumber yang sudah tersedia secara luas, beberapa bagian dapat terdeteksi sebagai kemiripan.
Misalnya, sebuah dokumen memiliki daftar pustaka yang panjang. Jika daftar pustaka ikut dihitung dalam similarity, angka persentase dapat meningkat.
Dengan mengecualikan bibliography, pemeriksaan dapat lebih berfokus pada isi utama karya ilmiah.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua institusi menerapkan pengaturan yang sama. Ada kampus yang memperbolehkan daftar pustaka dikecualikan dan ada pula yang memiliki aturan berbeda.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya menanyakan standar pemeriksaan kepada dosen atau pihak akademik sebelum menentukan pengaturan.
3. Exclude Small Matches atau Mengecualikan Kemiripan Kecil
Filter Exclude Small Matches juga menjadi salah satu pengaturan yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kemiripan yang dianggap terlalu kecil untuk dianalisis secara terpisah.
Kemiripan kecil dapat muncul karena:
- Frasa umum.
- Istilah teknis.
- Nama organisasi.
- Judul teori.
- Kata atau kombinasi kata yang sering digunakan.
Dalam beberapa konfigurasi, pengguna dapat menentukan batas tertentu berdasarkan jumlah kata atau persentase.
Tujuannya adalah agar laporan similarity lebih fokus pada kemiripan yang dianggap lebih signifikan.
Meski demikian, penggunaan filter ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Kemiripan kecil yang muncul berulang kali dari sumber yang sama tetap dapat menjadi sesuatu yang perlu diperiksa.
4. Exclude Sources atau Mengecualikan Sumber Tertentu
Pada kondisi tertentu, terdapat sumber tertentu yang dapat dikecualikan dari hasil similarity berdasarkan kebutuhan pemeriksaan.
Misalnya, sebuah dokumen memiliki kemiripan dengan sumber yang memang merupakan dokumen milik penulis sendiri atau sumber yang relevansinya perlu dianalisis secara khusus.
Namun, pengecualian sumber tidak boleh digunakan sembarangan.
Jika sebuah sumber dikecualikan hanya agar angka similarity menjadi lebih rendah, hasil tersebut dapat memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Karena itu, filter sumber harus digunakan berdasarkan alasan yang jelas dan sesuai dengan ketentuan pemeriksaan akademik.
Apakah Filter Turnitin Bisa Membuat Skor Menjadi Lebih Rendah?
Jawabannya bisa, tetapi perlu dipahami konteksnya.
Filter tertentu dapat membuat persentase similarity yang ditampilkan menjadi lebih rendah karena bagian tertentu tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan.
Namun, hal tersebut bukan berarti isi dokumen menjadi lebih orisinal secara otomatis.
Sebagai contoh, jika daftar pustaka dikecualikan, maka persentase similarity dapat berubah. Akan tetapi, isi bab pembahasan yang masih memiliki kemiripan tinggi tetap harus diperbaiki.
Oleh sebab itu, jangan menjadikan filter sebagai cara utama untuk menurunkan similarity. Cara yang lebih baik adalah memperbaiki kualitas tulisan, melakukan parafrase dengan benar, menggunakan sitasi yang tepat, dan menulis analisis berdasarkan pemahaman sendiri.
Mengapa Hasil Turnitin Bisa Berbeda?
Mahasiswa terkadang merasa bingung ketika mendapatkan hasil similarity berbeda dari dua pemeriksaan.
Perbedaan tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor.
1. Pengaturan Filter Berbeda
Satu pemeriksaan mungkin menggunakan pengecualian kutipan dan bibliography, sedangkan pemeriksaan lain tidak.
2. Database yang Digunakan Berbeda
Sumber yang dibandingkan dapat berbeda tergantung sistem dan konfigurasi pemeriksaan.
3. Dokumen Pernah Diunggah Sebelumnya
Dokumen yang pernah masuk ke database atau repository tertentu dapat memengaruhi hasil pencocokan pada pemeriksaan berikutnya.
4. Versi Dokumen Berbeda
Perubahan kecil pada dokumen dapat memengaruhi hasil similarity.
5. Pengaturan Sumber Kecil Berbeda
Jika batas kemiripan kecil diatur berbeda, persentase yang dihasilkan juga dapat berubah.
Karena itu, ketika membandingkan dua hasil Turnitin, pastikan konfigurasi pemeriksaannya juga dibandingkan.
Apakah Ada Standar Filter Turnitin yang Sama di Semua Kampus?
Tidak.
Setiap perguruan tinggi dapat memiliki kebijakan masing-masing mengenai pemeriksaan similarity.
Ada kampus yang menetapkan:
- Kutipan dikecualikan.
- Daftar pustaka dikecualikan.
- Kemiripan kecil dikecualikan.
- Batas similarity tertentu.
- Pemeriksaan tanpa pengecualian tertentu.
Karena kebijakan tersebut dapat berbeda, mahasiswa tidak sebaiknya menganggap satu konfigurasi sebagai standar universal.
Jika Anda sedang menyusun skripsi atau tesis, tanyakan kepada dosen pembimbing atau bagian akademik mengenai filter Turnitin yang umum digunakan oleh kampus Anda.
Informasi tersebut penting agar Anda melakukan pengecekan dengan konfigurasi yang mendekati standar penilaian sebenarnya.
Cara Membaca Hasil Turnitin dengan Benar
Jangan hanya melihat angka similarity secara keseluruhan.
Misalnya, Anda mendapatkan similarity 25%. Jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh tulisan bermasalah.
Lakukan langkah berikut:
Langkah 1: Periksa Persentase Similarity
Lihat persentase total yang ditampilkan pada laporan.
Langkah 2: Lihat Sumber yang Terdeteksi
Periksa sumber mana yang memiliki kontribusi kemiripan terbesar.
Langkah 3: Buka Bagian yang Disorot
Identifikasi paragraf atau kalimat yang memiliki kemiripan.
Langkah 4: Analisis Jenis Kemiripan
Tentukan apakah kemiripan tersebut berasal dari:
- Kutipan.
- Daftar pustaka.
- Istilah teknis.
- Definisi.
- Parafrase yang terlalu dekat.
- Teks yang benar-benar disalin.
Langkah 5: Lakukan Revisi
Jika kemiripan berasal dari penulisan yang terlalu mirip dengan sumber, lakukan parafrase dan perbaiki struktur kalimat.
Dengan pendekatan tersebut, proses revisi menjadi lebih efektif daripada sekadar mengejar angka persentase.
Cara Menurunkan Similarity Tanpa Mengandalkan Filter
Jika hasil similarity terlalu tinggi, langkah utama sebaiknya dilakukan pada kualitas tulisan.
1. Parafrase dengan Pemahaman
Baca sumber, pahami gagasannya, kemudian tuliskan kembali dengan bahasa sendiri.
2. Ubah Struktur Kalimat
Jangan hanya mengganti kata. Susun kembali kalimat agar lebih natural dan sesuai dengan gaya penulisan Anda.
3. Gabungkan Beberapa Referensi
Buat sintesis dari beberapa sumber untuk menghasilkan pembahasan yang lebih komprehensif.
4. Tambahkan Analisis
Karya ilmiah sebaiknya tidak hanya berisi teori dari sumber lain. Tambahkan interpretasi dan analisis yang relevan dengan penelitian.
5. Gunakan Kutipan Secukupnya
Kutipan langsung sebaiknya digunakan ketika benar-benar diperlukan.
6. Periksa Sitasi
Pastikan semua ide yang berasal dari sumber lain diberikan atribusi yang sesuai.
Filter Turnitin vs Parafrase: Mana yang Lebih Penting?
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Filter Turnitin digunakan untuk membantu mengatur atau membaca hasil pemeriksaan similarity.
Sementara itu, parafrase merupakan bagian dari proses penulisan untuk menyampaikan kembali informasi dari sumber menggunakan bahasa sendiri dengan tetap mencantumkan sitasi yang sesuai.
Jika sebuah dokumen memiliki similarity tinggi karena terlalu banyak teks yang mirip dengan sumber, solusi jangka panjang bukan sekadar mengubah filter. Dokumen tersebut sebaiknya diperbaiki.
Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat mencerminkan kualitas tulisan yang lebih baik, bukan hanya angka yang terlihat rendah karena pengaturan tertentu.
Tips Mempersiapkan Skripsi Sebelum Cek Turnitin
Sebelum melakukan pemeriksaan, Anda dapat melakukan beberapa persiapan:
- Pastikan dokumen sudah menggunakan format akademik yang benar.
- Periksa semua sitasi.
- Pastikan sumber yang dikutip tercantum dalam daftar pustaka.
- Hindari copy-paste berlebihan.
- Lakukan parafrase dengan benar.
- Gunakan referensi yang relevan.
- Periksa bagian tinjauan pustaka secara lebih teliti.
- Pastikan kutipan langsung ditulis sesuai aturan.
- Pahami filter yang digunakan oleh kampus.
- Jangan menggunakan cara manipulatif untuk mengelabui sistem.
Dengan persiapan tersebut, Anda dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih representatif.
Kesimpulan
Memahami filter Turnitin yang umum digunakan oleh kampus sangat penting bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan skripsi, tesis, jurnal, maupun karya ilmiah lainnya.
Beberapa filter yang sering digunakan antara lain Exclude Quotes, Exclude Bibliography, Exclude Small Matches, dan pengecualian sumber tertentu sesuai kebutuhan pemeriksaan.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada satu konfigurasi filter yang berlaku untuk semua kampus. Setiap institusi dapat menetapkan aturan yang berbeda mengenai cara melakukan pemeriksaan similarity.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka similarity. Periksa juga sumber yang terdeteksi, bagian teks yang memiliki kemiripan, serta konteks penggunaan sumber tersebut.
Jika similarity tinggi, solusi terbaik adalah melakukan perbaikan secara akademik melalui parafrase yang benar, penggunaan sitasi yang tepat, pengembangan analisis, dan penyusunan tulisan dengan bahasa sendiri.
Filter Turnitin seharusnya digunakan untuk membantu membaca hasil similarity secara lebih akurat, bukan sebagai cara untuk mengakali atau memanipulasi hasil pemeriksaan.
Butuh Bantuan Cek dan Perbaikan Similarity Turnitin?
Sedang menghadapi revisi skripsi karena hasil similarity terlalu tinggi? Bingung membaca hasil Turnitin atau tidak tahu bagian mana yang harus diperbaiki?
Jokilabs.com siap membantu kebutuhan akademik Anda, mulai dari pengecekan similarity hingga bantuan perapihan dan parafrase dokumen sesuai kebutuhan.
Anda dapat melakukan pemesanan melalui:
Website: Jokilabs.com
WhatsApp: 085175222184
Jangan hanya mengejar angka similarity yang rendah. Pastikan karya ilmiah Anda tetap memiliki orisinalitas, sitasi yang tepat, struktur akademik yang baik, dan sesuai dengan pedoman kampus.
Butuh bantuan cek Turnitin dan perbaikan similarity? Jokilabs solusinya!
Pada artikel selanjutnya, pembahasan akan difokuskan pada topik : Apa Perbedaan Turnitin Repository dan No Repository?