Cara Publish Jurnal Ilmiah

Apa Itu Publish Jurnal Ilmiah?

Publish jurnal ilmiah adalah proses menerbitkan hasil penelitian atau kajian akademik dalam sebuah jurnal ilmiah yang dikelola oleh institusi, perguruan tinggi, asosiasi, atau penerbit akademik.

Artikel yang diterbitkan biasanya telah melalui proses pemeriksaan dan penilaian tertentu. Bergantung pada kebijakan jurnal, artikel dapat melewati pemeriksaan awal oleh editor dan proses peer review sebelum akhirnya dinyatakan diterima.

Karena itu, publish jurnal bukan sekadar mengunggah file artikel ke website jurnal. Penulis perlu memastikan bahwa artikel memenuhi persyaratan jurnal yang dituju.

Setiap jurnal juga memiliki ketentuan berbeda. Misalnya, jurnal dapat menetapkan batas jumlah halaman, gaya sitasi, format tabel, struktur artikel, jumlah referensi, bahasa penulisan, hingga ketentuan mengenai etika publikasi.

Mengapa Mahasiswa Perlu Mengetahui Cara Publish Jurnal Ilmiah?

Publikasi jurnal dapat memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa. Salah satunya adalah membantu mahasiswa mendokumentasikan hasil penelitian secara lebih formal dan dapat diakses oleh komunitas akademik.

Beberapa manfaat mempelajari cara publish jurnal ilmiah antara lain:

  1. Menambah pengalaman dalam penulisan akademik.
  2. Membantu membangun portofolio penelitian.
  3. Memperluas kesempatan untuk dikenal dalam bidang akademik.
  4. Melatih kemampuan menyusun artikel berdasarkan standar ilmiah.
  5. Membantu memenuhi persyaratan akademik tertentu jika kampus mensyaratkannya.
  6. Membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan peneliti atau akademisi lain.

Meski demikian, mahasiswa perlu memastikan terlebih dahulu ketentuan publikasi dari kampus atau program studi masing-masing karena persyaratan publikasi dapat berbeda.

Cara Publish Jurnal Ilmiah dari Awal sampai Terbit

Berikut tahapan yang dapat digunakan sebagai panduan.

1. Tentukan Topik Penelitian

Tahap pertama adalah menentukan topik yang akan ditulis. Idealnya, topik berasal dari penelitian yang sudah dilakukan atau kajian yang memiliki dasar akademik yang jelas.

Pilih topik yang sesuai dengan bidang keilmuan dan memiliki pembahasan yang cukup kuat. Jangan hanya memilih topik karena sedang populer.

Pertimbangkan beberapa hal seperti:

  • Apakah topik sesuai dengan bidang penelitian?
  • Apakah terdapat data yang cukup?
  • Apakah penelitian memiliki tujuan yang jelas?
  • Apakah hasil penelitian dapat memberikan kontribusi?
  • Apakah topik sesuai dengan jurnal yang menjadi target?

Topik yang jelas akan membuat proses penyusunan artikel menjadi lebih terarah.

2. Ubah Hasil Penelitian Menjadi Artikel Jurnal

Jika sumber artikel berasal dari skripsi, tesis, atau laporan penelitian, jangan langsung mengunggah dokumen tersebut ke jurnal.

Artikel jurnal biasanya memiliki struktur dan tingkat kepadatan informasi yang berbeda dengan skripsi.

Skripsi dapat terdiri dari banyak bab dan pembahasan yang panjang, sedangkan artikel jurnal umumnya dibuat lebih ringkas dan fokus.

Penulis perlu mengambil bagian penting dari penelitian, seperti masalah penelitian, metode, hasil utama, pembahasan, dan kesimpulan.

Dengan demikian, artikel tidak sekadar menjadi versi pendek dari skripsi, tetapi benar-benar disusun sesuai karakteristik artikel ilmiah.

3. Cari Jurnal yang Sesuai

Tahap berikutnya dalam cara publish jurnal ilmiah adalah menentukan jurnal tujuan.

Jangan memilih jurnal hanya berdasarkan nama atau popularitasnya. Periksa apakah jurnal tersebut memang menerima artikel dari bidang penelitian yang sedang dikerjakan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Fokus dan scope jurnal.
  • Topik artikel yang pernah diterbitkan.
  • Bahasa yang digunakan.
  • Template artikel.
  • Panduan penulis.
  • Frekuensi penerbitan.
  • Proses review.
  • Biaya publikasi jika ada.
  • Kebijakan etika publikasi.
  • Indeksasi dan reputasi jurnal.

Membaca beberapa artikel yang sebelumnya diterbitkan jurnal tersebut juga sangat membantu. Dari sana, penulis dapat melihat apakah gaya dan topik artikel yang dibuat sudah sesuai.

4. Pastikan Jurnal Kredibel

Sebelum melakukan submission, lakukan pengecekan terhadap jurnal tujuan.

Jangan mudah percaya pada website yang menjanjikan artikel pasti terbit dalam waktu sangat singkat atau menjamin penerimaan tanpa proses review yang wajar.

Periksa informasi jurnal secara menyeluruh, termasuk identitas penerbit, editorial board, prosedur review, arsip artikel, dan informasi indeksasi.

Jika publikasi digunakan untuk kebutuhan akademik, pastikan jurnal tersebut memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh kampus atau institusi.

5. Download Template Jurnal

Setelah menemukan jurnal yang sesuai, download template atau format penulisan yang disediakan.

Template biasanya mengatur berbagai elemen artikel, misalnya:

  • Jenis dan ukuran font.
  • Margin halaman.
  • Format judul.
  • Penulisan nama penulis.
  • Abstrak.
  • Kata kunci.
  • Heading.
  • Tabel dan gambar.
  • Daftar pustaka.
  • Gaya sitasi.

Mengikuti template sejak awal dapat menghemat waktu ketika artikel akan disubmit.

6. Susun Artikel Sesuai Struktur Jurnal

Struktur artikel ilmiah dapat berbeda antara satu jurnal dan jurnal lainnya. Namun, secara umum artikel penelitian dapat mencakup judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan referensi.

Judul harus menggambarkan inti penelitian secara jelas dan tidak terlalu panjang.

Abstrak berisi ringkasan singkat mengenai masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian.

Pendahuluan menjelaskan latar belakang masalah, konteks penelitian, penelitian terdahulu, kesenjangan penelitian atau research gap, serta tujuan penelitian.

Metode penelitian menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan. Bagian ini dapat mencakup desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen, serta metode analisis.

Hasil menyajikan temuan penelitian secara sistematis.

Pembahasan menginterpretasikan hasil penelitian dan menghubungkannya dengan teori atau penelitian sebelumnya.

Kesimpulan merangkum jawaban atas tujuan penelitian dan dapat dilengkapi implikasi maupun rekomendasi jika diperlukan.

7. Perhatikan Referensi dan Sitasi

Referensi merupakan bagian penting dalam artikel ilmiah. Pastikan setiap sumber yang digunakan dalam pembahasan dicantumkan dengan sistem sitasi yang sesuai dengan ketentuan jurnal.

Jangan mencantumkan referensi yang tidak digunakan dalam artikel. Sebaliknya, sumber yang dikutip dalam artikel seharusnya tercantum dalam daftar pustaka.

Gunakan referensi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Penulis juga perlu memperhatikan konsistensi format sitasi.

Jika jurnal menggunakan gaya APA, Vancouver, IEEE, atau gaya tertentu lainnya, ikuti panduan tersebut secara konsisten.

8. Cek Similarity Sebelum Submit

Salah satu tahapan penting sebelum publish jurnal ilmiah adalah melakukan pemeriksaan similarity atau kemiripan teks.

Similarity bukan berarti secara otomatis menunjukkan bahwa artikel melakukan plagiarisme. Angka similarity perlu diperiksa berdasarkan sumber yang terdeteksi dan konteks penggunaannya.

Jika terdapat kemiripan tinggi pada bagian tertentu, penulis perlu mengevaluasinya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan secara etis antara lain:

  • Menulis ulang bagian yang terlalu mirip dengan sumber.
  • Melakukan parafrase dengan memahami sumber terlebih dahulu.
  • Menggunakan kutipan langsung secara tepat jika memang diperlukan.
  • Menambahkan sitasi pada informasi yang berasal dari sumber lain.
  • Memastikan daftar pustaka sesuai dengan sitasi.
  • Menghindari copy-paste dari sumber tanpa pengolahan akademik.

Tujuannya bukan sekadar mengejar angka similarity serendah mungkin, tetapi memastikan artikel benar-benar merupakan karya akademik yang ditulis secara bertanggung jawab.

9. Lakukan Proofreading

Sebelum artikel dikirim, lakukan proofreading secara menyeluruh.

Periksa kesalahan ejaan, tata bahasa, tanda baca, struktur kalimat, konsistensi istilah, format tabel, gambar, nomor halaman, dan daftar pustaka.

Jika artikel ditulis dalam bahasa Inggris, pemeriksaan grammar dan academic writing menjadi semakin penting.

Kesalahan kecil dapat membuat artikel terlihat kurang profesional dan berpotensi menyulitkan editor maupun reviewer dalam memahami isi penelitian.

10. Submit Artikel ke Jurnal

Setelah naskah siap, lakukan submission melalui sistem jurnal yang digunakan.

Beberapa jurnal menggunakan platform manajemen jurnal online. Penulis biasanya perlu membuat akun terlebih dahulu sebelum mengirim artikel.

Informasi yang mungkin diminta meliputi:

  • Judul artikel.
  • Nama penulis.
  • Afiliasi.
  • Email.
  • Abstrak.
  • Kata kunci.
  • File artikel.
  • Data pendukung tertentu.
  • Pernyataan etika atau konflik kepentingan.

Pastikan seluruh informasi yang dimasukkan benar sebelum menekan tombol submit.

Apa yang Terjadi Setelah Artikel Disubmit?

Setelah artikel dikirim, bukan berarti artikel langsung diterbitkan.

Umumnya terdapat beberapa kemungkinan tahapan.

Editorial Screening

Editor akan melakukan pemeriksaan awal terhadap artikel. Editor dapat mengecek kesesuaian topik, format, kelengkapan dokumen, dan aspek tertentu lainnya.

Jika artikel tidak sesuai dengan scope jurnal atau tidak memenuhi persyaratan dasar, artikel dapat ditolak pada tahap awal.

Peer Review

Jika lolos pemeriksaan awal, artikel dapat masuk ke proses review.

Reviewer akan mengevaluasi berbagai aspek penelitian, seperti metode, argumentasi, hasil, pembahasan, kebaruan, dan kualitas artikel.

Hasil review dapat berupa permintaan revisi atau keputusan lainnya sesuai kebijakan jurnal.

Revisi Artikel

Revisi merupakan bagian normal dari proses publikasi ilmiah.

Jika reviewer memberikan komentar, baca setiap komentar dengan teliti. Jangan langsung mengubah artikel tanpa memahami maksud reviewer.

Buat perubahan yang diperlukan dan berikan respons yang jelas terhadap setiap komentar.

Accepted

Jika editor menilai artikel sudah memenuhi persyaratan setelah proses review dan revisi, artikel dapat dinyatakan diterima.

Namun, artikel yang sudah accepted masih dapat melalui proses editorial atau produksi sebelum akhirnya dipublikasikan.

Published

Tahap terakhir adalah artikel dipublikasikan oleh jurnal.

Setelah terbit, artikel biasanya dapat ditemukan melalui website jurnal dan, tergantung indeksasi serta kebijakan jurnal, dapat masuk ke berbagai basis data akademik.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Publish Jurnal Ilmiah

Pemula sering melakukan beberapa kesalahan berikut:

Pertama, memilih jurnal secara sembarangan. Artikel yang bagus sekalipun dapat ditolak jika scope jurnal tidak sesuai.

Kedua, tidak membaca author guidelines. Setiap jurnal memiliki aturan yang berbeda sehingga template dan panduan penulis harus diperiksa.

Ketiga, menggunakan referensi yang kurang relevan. Referensi sebaiknya mendukung argumentasi dan pembahasan penelitian.

Keempat, mengabaikan similarity. Artikel perlu diperiksa untuk memastikan penggunaan sumber dan sitasi sudah benar.

Kelima, tidak melakukan proofreading. Kesalahan bahasa dan format dapat mengurangi kualitas naskah.

Keenam, menganggap revisi sebagai kegagalan. Dalam publikasi ilmiah, revisi merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas artikel.

Tips Agar Proses Publish Jurnal Lebih Lancar

Agar proses publikasi lebih efisien, buatlah checklist pribadi sebelum submission.

Pastikan judul sudah sesuai, abstrak lengkap, kata kunci tersedia, metode jelas, hasil konsisten dengan data, pembahasan menjawab tujuan penelitian, kesimpulan sesuai hasil, referensi lengkap, template sudah diikuti, serta dokumen tambahan telah disiapkan.

Selain itu, jangan menunggu sampai artikel selesai untuk mencari jurnal. Menentukan target jurnal lebih awal justru dapat membantu penulis menyesuaikan struktur artikel sejak proses penulisan.

Penulis juga sebaiknya menyimpan seluruh dokumen yang berkaitan dengan submission, termasuk naskah, data penelitian, surat pengantar, hasil revisi, dan komunikasi dengan editor.

Berapa Lama Proses Publish Jurnal Ilmiah?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua jurnal.

Waktu publikasi dapat dipengaruhi oleh kebijakan jurnal, jadwal penerbitan, kecepatan editor, ketersediaan reviewer, jumlah revisi, dan kesiapan penulis dalam memperbaiki artikel.

Karena itu, hindari memilih jurnal hanya karena menawarkan publikasi dalam waktu yang sangat singkat.

Jika publikasi dibutuhkan untuk keperluan akademik dengan batas waktu tertentu, sebaiknya proses penulisan dan submission dimulai jauh hari.

Apakah Publish Jurnal Ilmiah Harus Membayar?

Tidak semua jurnal memiliki biaya publikasi yang sama. Ada jurnal yang tidak mengenakan biaya kepada penulis, sementara jurnal lainnya menerapkan publication fee atau biaya tertentu.

Informasi mengenai biaya biasanya tercantum pada website resmi jurnal. Selalu periksa biaya dan kebijakan pembayaran sebelum melakukan submission.

Jangan menganggap jurnal yang gratis pasti lebih baik atau jurnal yang berbayar pasti lebih kredibel. Kualitas dan kredibilitas jurnal harus dinilai berdasarkan keseluruhan karakteristiknya.

Cara Publish Jurnal Ilmiah untuk Pemula

Jika Anda baru pertama kali menerbitkan jurnal, jangan mencoba mengerjakan semuanya sekaligus.

Gunakan alur sederhana:

Penelitian → Tentukan topik → Pilih jurnal → Baca template → Susun artikel → Cek referensi → Cek similarity → Proofreading → Submit → Review → Revisi → Accepted → Publish.

Dengan mengikuti alur tersebut, proses publikasi menjadi lebih mudah dipahami.

Hal terpenting adalah tidak terburu-buru mengirim artikel sebelum naskah benar-benar siap.

Butuh Bantuan Menyiapkan Artikel Jurnal?

Proses cara publish jurnal ilmiah memang membutuhkan ketelitian, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali melakukan publikasi. Mulai dari penyusunan struktur artikel, penyesuaian template, pengecekan sitasi, proofreading, hingga persiapan submission, setiap tahap perlu diperhatikan dengan baik.

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam mempersiapkan naskah akademik, Anda dapat menghubungi JokiLabs untuk mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pesan layanan melalui website jokilabs.com atau hubungi WhatsApp 082241842648 untuk konsultasi dan informasi layanan.

Jangan menunggu deadline semakin dekat. Persiapkan artikel jurnal Anda lebih awal agar proses submission dapat dilakukan dengan lebih tenang dan terarah.

Kesimpulan

Memahami cara publish jurnal ilmiah merupakan langkah penting bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin menyebarluaskan hasil penelitian melalui publikasi akademik. Prosesnya dimulai dari menentukan topik, mengubah hasil penelitian menjadi artikel, memilih jurnal yang sesuai, mengikuti template, menyiapkan referensi, melakukan pengecekan similarity, proofreading, submission, review, revisi, hingga akhirnya artikel diterbitkan.

Tidak ada jaminan bahwa setiap artikel yang dikirim akan langsung diterima. Namun, naskah yang disusun dengan baik, sesuai scope jurnal, mengikuti author guidelines, memiliki metode yang jelas, menggunakan referensi yang relevan, dan telah melalui pemeriksaan secara menyeluruh akan lebih siap menghadapi proses editorial dan review.

Bagi mahasiswa yang baru pertama kali melakukan publikasi, kunci utamanya adalah teliti, mengikuti panduan jurnal, dan memulai proses lebih awal.

Jika Anda sedang mempersiapkan artikel untuk jurnal dan membutuhkan bantuan, JokiLabs siap membantu proses persiapan akademik Anda.

Order melalui website: jokilabs.com
WhatsApp: 082241842648