Apakah Menurunkan Skor Plagiasi Dapat Menurunkan Skor AI Juga? Ini Penjelasannya

Apakah Menurunkan Skor Plagiasi Dapat Menurunkan Skor AI Juga?

Banyak mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, jurnal, maupun artikel ilmiah mulai menghadapi dua jenis hasil pemeriksaan sekaligus, yaitu skor plagiasi atau similarity dan skor AI. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan yang cukup sering muncul: apakah menurunkan skor plagiasi dapat menurunkan skor AI juga?

Jawaban singkatnya adalah belum tentu.

Skor plagiasi dan skor AI pada dasarnya mengukur hal yang berbeda. Skor similarity digunakan untuk menunjukkan seberapa banyak teks dalam sebuah dokumen memiliki kemiripan dengan sumber yang terdeteksi oleh sistem. Sementara itu, AI detection berusaha memperkirakan apakah karakteristik teks menunjukkan pola yang kemungkinan dihasilkan atau dibantu oleh artificial intelligence.

Artinya, ketika seseorang melakukan revisi untuk menurunkan skor similarity, hasil AI detection tidak otomatis ikut turun. Begitu juga sebaliknya, melakukan perubahan pada gaya bahasa tertentu tidak selalu membuat similarity menjadi lebih rendah.

Karena itu, mahasiswa perlu memahami perbedaan keduanya agar tidak salah melakukan revisi.


Apa Itu Skor Plagiasi atau Similarity?

Sebelum membahas hubungan antara skor plagiasi dan skor AI, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya diukur oleh pemeriksaan similarity.

Pada dasarnya, similarity menunjukkan adanya kemiripan antara teks di dalam dokumen dengan teks yang ditemukan dalam sumber pembanding. Sumber tersebut dapat berupa halaman internet, publikasi ilmiah, jurnal, repository, atau dokumen lain yang tersedia dalam database pemeriksaan.

Misalnya, seorang mahasiswa mengambil sebuah paragraf dari jurnal dan memasukkannya ke dalam skripsi dengan struktur kalimat yang hampir sama. Sistem similarity kemungkinan akan menandai bagian tersebut sebagai teks yang memiliki kemiripan.

Namun, similarity bukan berarti secara otomatis sama dengan plagiarisme.

Sebuah dokumen dapat mempunyai similarity tertentu karena menggunakan kutipan, istilah akademik, nama teori, judul penelitian, atau bagian metodologi yang memang memiliki pola bahasa serupa dengan penelitian sebelumnya.

Oleh sebab itu, hasil similarity sebaiknya dibaca dan dianalisis berdasarkan bagian teks yang ditandai, bukan hanya melihat angka persentasenya.


Apa Itu Skor AI?

Berbeda dengan similarity, AI detection berusaha memperkirakan apakah suatu tulisan memiliki karakteristik bahasa yang menyerupai teks yang dihasilkan oleh sistem AI.

AI detector biasanya tidak mencari apakah sebuah kalimat sama persis dengan sumber tertentu. Sistem tersebut lebih berfokus pada pola bahasa dan karakteristik penulisan.

Inilah alasan mengapa skor similarity dan skor AI tidak dapat disamakan.

Contohnya, seseorang dapat menulis sebuah paragraf dengan bahasa sendiri dan tidak mengambil teks dari sumber mana pun. Hasil similarity mungkin rendah. Namun, apabila sistem AI detection memperkirakan bahwa pola tulisannya menyerupai teks yang dihasilkan AI, dokumen tersebut tetap dapat memperoleh indikator AI tertentu.

Sebaliknya, teks yang memiliki banyak kemiripan dengan sumber lain belum tentu menunjukkan bahwa teks tersebut dibuat menggunakan AI.


Apakah Menurunkan Skor Plagiasi Dapat Menurunkan Skor AI?

Tidak selalu.

Menurunkan skor plagiasi dengan cara memperbaiki kemiripan teks tidak secara otomatis berarti menurunkan skor AI.

Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi.

1. Sistem Mengukur Hal yang Berbeda

Similarity checker berfokus pada kemiripan teks dengan sumber pembanding, sedangkan AI detector berfokus pada indikasi pola tulisan yang kemungkinan berkaitan dengan AI.

Karena objek pengukurannya berbeda, hasilnya juga dapat berbeda.

2. Parafrase Tidak Sama dengan Humanisasi

Ketika mahasiswa melakukan parafrase, tujuan utamanya adalah menyampaikan kembali informasi dari sumber menggunakan susunan kata dan struktur kalimat sendiri dengan tetap mencantumkan sumber.

Sementara itu, jika tujuan revisi adalah meningkatkan kualitas tulisan agar benar-benar mencerminkan pemahaman dan kontribusi penulis, prosesnya membutuhkan lebih dari sekadar mengganti kata.

3. Similarity Rendah Tidak Menjamin AI Score Rendah

Misalnya sebuah skripsi mempunyai similarity 12%, tetapi sebagian paragraf ditulis menggunakan pola yang sangat generik dan seragam. Sistem AI detection masih dapat memberikan indikasi tertentu.

Jadi, similarity rendah bukan jaminan bahwa AI score juga rendah.


Perbedaan Skor Similarity dan Skor AI

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhananya:

AspekSimilarityAI Detection
FokusKemiripan teksPola teks yang diperkirakan berkaitan dengan AI
PembandingDatabase/sumber yang tersediaKarakteristik bahasa
HasilPersentase similarityIndikator/persentase AI, tergantung sistem
TujuanMembantu mengevaluasi kemiripanMembantu memperkirakan penggunaan AI
Similarity tinggiBelum tentu plagiarismeTidak secara langsung berkaitan
Similarity rendahTidak otomatis berarti tulisan bebas AITidak otomatis rendah

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa menurunkan skor plagiasi dan menurunkan skor AI merupakan dua persoalan yang berbeda.


Mengapa Parafrase Bisa Menurunkan Similarity tetapi Tidak Selalu Menurunkan AI?

Parafrase merupakan bagian penting dalam penulisan akademik. Namun, kualitas parafrase sangat menentukan hasil akhirnya.

Misalnya terdapat kalimat:

"Penggunaan media sosial memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian."

Kalimat tersebut dapat ditulis ulang menjadi:

"Media sosial menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi konsumen ketika menentukan produk yang akan dibeli."

Kemiripan dengan kalimat awal mungkin berkurang karena struktur dan beberapa kata telah berubah.

Namun, apabila seluruh dokumen hanya mengalami pergantian sinonim secara mekanis, tulisan tersebut belum tentu menjadi lebih berkualitas.

Parafrase akademik yang baik seharusnya dilakukan dengan memahami gagasan sumber, kemudian menyusunnya kembali menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks penelitian.


Apakah Mengubah Kalimat Bisa Menurunkan Skor AI?

Tidak ada metode yang dapat menjamin perubahan tertentu akan menghasilkan skor AI tertentu.

AI detection sendiri merupakan sebuah indikator, bukan bukti mutlak tentang siapa atau apa yang menulis sebuah teks.

Karena itu, daripada mengejar angka tertentu, lebih baik fokus pada kualitas tulisan akademik.

Tulisan yang baik seharusnya:

  • Sesuai dengan topik penelitian.
  • Menggunakan argumentasi yang jelas.
  • Memiliki sumber yang dapat diverifikasi.
  • Menggunakan sitasi secara tepat.
  • Menunjukkan pemahaman penulis.
  • Memiliki struktur akademik yang baik.
  • Tidak sekadar menggabungkan kalimat dari berbagai sumber.

Cara Memperbaiki Skripsi yang Memiliki Similarity dan Indikasi AI Tinggi

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan similarity tinggi sekaligus terdapat indikasi AI, jangan langsung melakukan perubahan secara acak.

Gunakan pendekatan bertahap.

1. Analisis Laporan Similarity

Periksa bagian mana saja yang memiliki kemiripan tinggi.

Jangan hanya berfokus pada angka total.

Cari tahu apakah kemiripan berasal dari:

  • Kutipan.
  • Daftar pustaka.
  • Definisi.
  • Landasan teori.
  • Metodologi.
  • Hasil penelitian.
  • Pembahasan.

Dengan begitu, revisi dapat dilakukan pada bagian yang memang membutuhkan perbaikan.


2. Parafrase Bagian yang Memang Perlu

Parafrase bukan berarti mengganti semua kata.

Baca sumbernya, pahami gagasannya, kemudian tuliskan kembali dengan struktur yang sesuai dengan pemahaman dan konteks penelitian.

Jangan menghilangkan sitasi hanya karena kalimat sudah diparafrase.

Parafrase tetap membutuhkan atribusi kepada sumber asli.


3. Tambahkan Analisis dan Pembahasan Sendiri

Bagian pembahasan sebaiknya tidak hanya berisi rangkuman pendapat dari penelitian terdahulu.

Mahasiswa dapat menghubungkan:

  • Hasil penelitian.
  • Teori.
  • Penelitian terdahulu.
  • Kondisi objek penelitian.
  • Interpretasi terhadap hasil.

Dengan demikian, tulisan menjadi lebih substantif dan menunjukkan proses berpikir penulis.


4. Periksa Kembali Referensi

Pastikan setiap informasi yang berasal dari sumber lain memiliki sitasi yang sesuai.

Jangan menggunakan referensi yang tidak pernah dibaca atau tidak dapat diverifikasi.

Hal ini penting karena kualitas akademik tidak hanya ditentukan oleh rendahnya similarity.


5. Gunakan Bahasa yang Natural dan Konsisten

Tulisan akademik tidak harus menggunakan kalimat yang terlalu rumit.

Justru, kalimat yang jelas dan efektif biasanya lebih mudah dipahami.

Contohnya:

Kurang efektif:

"Berkenaan dengan adanya kondisi tersebut maka dapat dikatakan bahwa pada dasarnya fenomena tersebut pada akhirnya mempunyai suatu pengaruh yang cukup signifikan."

Lebih efektif:

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fenomena tersebut memiliki pengaruh yang signifikan."

Bahasa yang sederhana, jelas, dan sesuai konteks penelitian dapat meningkatkan kualitas karya ilmiah.


Jangan Hanya Mengejar Angka Turnitin

Salah satu kesalahan mahasiswa adalah menganggap bahwa semakin rendah similarity, semakin bagus skripsinya.

Padahal, angka similarity harus dibaca dalam konteks.

Misalnya similarity 5% tidak otomatis lebih baik daripada similarity 15%. Jika angka 5% diperoleh dengan menghilangkan sitasi atau menghapus bagian penting dari pembahasan, tentu hal tersebut bukan solusi akademik yang tepat.

Begitu juga dengan AI detection.

Jangan menjadikan target angka sebagai satu-satunya ukuran kualitas tulisan.

Yang lebih penting adalah memastikan karya ilmiah:

  1. Orisinal.
  2. Memiliki sumber yang jelas.
  3. Menggunakan sitasi dengan benar.
  4. Memiliki argumentasi yang kuat.
  5. Menunjukkan pemahaman penulis.
  6. Mengikuti pedoman kampus atau jurnal.

Tips Agar Tidak Bingung Saat Mendapat Dua Hasil Pemeriksaan

Jika mendapatkan similarity tinggi dan indikasi AI sekaligus, lakukan revisi secara terstruktur.

Tahap pertama: periksa laporan similarity.

Tahap kedua: identifikasi bagian yang memiliki kemiripan tinggi.

Tahap ketiga: perbaiki parafrase dan struktur kalimat yang memang terlalu dekat dengan sumber.

Tahap keempat: pastikan seluruh sumber mendapatkan sitasi yang benar.

Tahap kelima: baca kembali tulisan dari awal sampai akhir untuk memastikan alur argumentasi konsisten.

Tahap keenam: periksa kembali sesuai kebijakan kampus atau penerbit.

Dengan cara tersebut, mahasiswa tidak sekadar mengejar penurunan angka, tetapi juga meningkatkan kualitas karya ilmiahnya.


Kesimpulan: Apakah Menurunkan Skor Plagiasi Menurunkan Skor AI?

Jadi, apakah menurunkan skor plagiasi dapat menurunkan skor AI juga?

Jawabannya adalah tidak otomatis.

Similarity dan AI detection merupakan dua jenis pemeriksaan yang memiliki fokus berbeda. Menurunkan similarity melalui parafrase, penulisan ulang, dan perbaikan sitasi tidak menjamin AI detection akan memberikan hasil yang sama.

Karena itu, strategi terbaik bukan mencari trik untuk mendapatkan angka tertentu, tetapi memperbaiki kualitas karya ilmiah secara menyeluruh.

Mahasiswa sebaiknya memahami sumber yang digunakan, melakukan parafrase dengan benar, memberikan sitasi, menyusun argumentasi sendiri, serta mengikuti aturan akademik dari kampus masing-masing.

Dengan pendekatan tersebut, karya ilmiah tidak hanya memiliki similarity yang lebih terkontrol, tetapi juga menjadi lebih berkualitas, mudah dipahami, dan mencerminkan pemahaman penulis.


Butuh Bantuan Cek dan Revisi Skripsi?

Jika kamu sedang menghadapi skor Turnitin tinggi, kesulitan melakukan parafrase, atau ingin mengevaluasi kualitas tulisan sebelum dikumpulkan, JokiLabs dapat membantu proses pengecekan dan revisi karya ilmiah.

Layanan yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • Cek similarity Turnitin.
  • Parafrase akademik.
  • Editing dan proofreading.
  • Revisi karya ilmiah.
  • Bantuan penyusunan jurnal dan skripsi.
  • Konsultasi terkait penulisan akademik.

🌐 Order melalui website: jokilabs.com

📱 WhatsApp: 085241842648

Jangan menunggu sampai menjelang deadline. Periksa dan perbaiki karya ilmiah lebih awal agar proses revisi menjadi lebih mudah dan terarah.