Apa Itu Parafrase? Cara Parafrase yang Baik untuk Membantu Mengurangi Similarity Turnitin

Apa Itu Parafrase?

Parafrase adalah proses menyampaikan kembali suatu informasi, gagasan, atau pernyataan dari sumber tertentu menggunakan kata-kata dan struktur kalimat yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan makna utamanya.

Dalam penulisan akademik, parafrase biasanya dilakukan ketika penulis menemukan teori, pendapat ahli, hasil penelitian, atau informasi penting yang relevan dengan pembahasannya.

Daripada menyalin kalimat sumber secara langsung, penulis dapat memahami terlebih dahulu isi sumber tersebut kemudian menjelaskannya kembali dengan bahasa sendiri.

Contohnya:

Kalimat sumber:

Penelitian merupakan proses sistematis yang dilakukan untuk memperoleh informasi dan menjawab suatu permasalahan tertentu.

Hasil parafrase:

Penelitian dapat dipahami sebagai kegiatan yang dilakukan secara terstruktur untuk mendapatkan informasi sekaligus menemukan jawaban atas masalah yang sedang dikaji.

Kedua kalimat tersebut memiliki susunan berbeda, tetapi gagasan utamanya tetap sama.

Perlu dipahami bahwa parafrase bukan berarti menghilangkan sumber atau mengakui gagasan orang lain sebagai gagasan pribadi. Jika ide, teori, atau informasi berasal dari sumber tertentu, sumber tersebut tetap perlu dicantumkan sesuai aturan sitasi yang digunakan.

Mengapa Parafrase Penting dalam Penulisan Akademik?

Parafrase memiliki beberapa manfaat bagi mahasiswa. Salah satunya adalah membantu mengintegrasikan berbagai sumber ke dalam tulisan dengan gaya bahasa yang lebih konsisten.

Ketika mengerjakan skripsi, misalnya, mahasiswa biasanya menggunakan banyak referensi. Setiap sumber memiliki gaya penulisan yang berbeda. Jika seluruh kalimat dari sumber dimasukkan secara langsung, tulisan dapat terlihat seperti kumpulan kutipan.

Dengan parafrase, mahasiswa dapat menjelaskan berbagai teori menggunakan gaya penulisan yang lebih sesuai dengan keseluruhan naskah.

Beberapa manfaat parafrase antara lain:

  1. Membantu menjelaskan teori dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
  2. Membuat tulisan akademik lebih mengalir.
  3. Mengurangi penggunaan kutipan langsung yang berlebihan.
  4. Membantu mengintegrasikan beberapa sumber ke dalam pembahasan.
  5. Membantu mengurangi kemiripan teks pada bagian tertentu ketika dilakukan pengecekan similarity.

Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika parafrase dilakukan dengan benar.

Apakah Parafrase Bisa Mengurangi Similarity Turnitin?

Jawabannya, parafrase yang dilakukan dengan benar dapat membantu mengurangi kemiripan teks tertentu yang terdeteksi oleh sistem pengecekan similarity.

Turnitin bekerja dengan membandingkan teks yang diperiksa dengan berbagai sumber dalam basis datanya. Ketika sebuah kalimat terlalu mirip dengan sumber tertentu, bagian tersebut berpotensi muncul sebagai teks yang memiliki kemiripan.

Dengan menulis ulang gagasan menggunakan struktur kalimat sendiri, tingkat kemiripan pada bagian tersebut dapat berubah.

Namun, penting untuk memahami bahwa similarity score tidak sama dengan plagiarisme. Persentase similarity menunjukkan tingkat kemiripan teks yang ditemukan oleh sistem, bukan secara otomatis menentukan apakah sebuah tulisan merupakan plagiarisme.

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa setiap parafrase akan membuat similarity menjadi angka tertentu. Hasil pengecekan dapat berbeda tergantung sumber yang dibandingkan, pengaturan pengecekan, kutipan, daftar pustaka, dan faktor lainnya.

Karena itu, tujuan utama parafrase sebaiknya bukan sekadar mengejar angka similarity serendah mungkin, melainkan menghasilkan tulisan yang orisinal, akurat, memiliki sitasi yang benar, dan tetap mempertahankan makna sumber.

Cara Parafrase yang Baik dan Benar

Lantas, bagaimana cara parafrase yang baik untuk membantu mengurangi similarity Turnitin? Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.

1. Baca dan Pahami Sumber Terlebih Dahulu

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung mengganti kata-kata dari sumber dengan sinonim.

Cara tersebut kurang efektif karena penulis belum tentu memahami maksud sebenarnya dari kalimat yang ingin ditulis ulang.

Sebelum melakukan parafrase, baca sumber secara menyeluruh. Identifikasi ide utama, informasi penting, hubungan sebab-akibat, dan konteks pembahasannya.

Setelah benar-benar memahami isinya, barulah tuliskan kembali menggunakan pemahaman sendiri.

2. Jangan Hanya Mengganti Sinonim

Parafrase bukan sekadar mengganti kata.

Misalnya:

Sumber:

Mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dalam melakukan penelitian.

Mengubahnya menjadi:

Mahasiswa harus mempunyai kemampuan berpikir kritis dalam melaksanakan penelitian.

Perubahan tersebut sangat kecil. Struktur kalimat dan gagasan yang digunakan masih sangat dekat dengan sumber.

Parafrase yang lebih baik dapat mengubah struktur penyampaian, misalnya:

Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan mahasiswa ketika menjalankan proses penelitian.

Maknanya tetap dipertahankan, tetapi struktur penyampaiannya lebih berbeda.

3. Ubah Struktur Kalimat

Salah satu teknik penting dalam cara parafrase yang baik adalah mengubah struktur kalimat.

Kalimat aktif dapat diubah menjadi pasif apabila konteksnya memungkinkan. Sebaliknya, kalimat pasif juga dapat disusun menjadi bentuk aktif.

Selain itu, dua kalimat dapat digabungkan menjadi satu kalimat atau satu kalimat dapat dipecah menjadi beberapa kalimat apabila tidak mengubah makna.

Perubahan struktur harus tetap memperhatikan tata bahasa dan konteks akademik.

4. Gunakan Gaya Bahasa Sendiri

Setelah memahami sumber, cobalah menjelaskan kembali informasi tersebut seolah-olah sedang menerangkannya kepada orang lain.

Dengan cara ini, tulisan biasanya menjadi lebih natural karena tidak terpaku pada susunan kalimat sumber.

Meski menggunakan bahasa sendiri, istilah teknis tertentu tidak selalu harus diganti. Dalam bidang akademik, terdapat istilah yang memang memiliki makna khusus sehingga penggantiannya justru dapat membuat makna menjadi kurang tepat.

5. Pertahankan Makna Asli

Ini merupakan bagian yang sangat penting dalam parafrase.

Jangan sampai proses mengubah kalimat membuat informasi dari sumber menjadi berbeda.

Perhatikan:

  • angka atau data penelitian,
  • nama teori,
  • istilah khusus,
  • hubungan sebab-akibat,
  • kesimpulan,
  • konteks pernyataan.

Parafrase yang baik mengubah cara penyampaian, bukan mengubah informasi yang disampaikan.

6. Tetap Cantumkan Sumber

Walaupun seluruh kalimat sudah ditulis ulang, gagasan tersebut tetap berasal dari sumber lain.

Karena itu, parafrase tetap membutuhkan sitasi.

Misalnya:

Kemampuan berpikir kritis dapat membantu mahasiswa mengevaluasi informasi dan menentukan keputusan berdasarkan bukti yang relevan (Nama Penulis, Tahun).

Format sitasi harus disesuaikan dengan pedoman kampus atau gaya referensi yang digunakan, seperti APA, MLA, Chicago, atau gaya lainnya.

7. Bandingkan Kembali dengan Sumber

Setelah selesai membuat parafrase, buka kembali sumber aslinya.

Periksa apakah informasi penting masih sama. Pastikan tidak ada konsep yang hilang atau berubah.

Tahap ini penting terutama ketika melakukan parafrase terhadap teori yang kompleks atau hasil penelitian yang memiliki banyak detail.

8. Baca Hasil Parafrase Secara Menyeluruh

Setelah selesai, jangan langsung memasukkan teks ke dalam skripsi.

Baca kembali paragraf tersebut dan tanyakan:

  • Apakah kalimatnya mudah dipahami?
  • Apakah bahasanya sesuai dengan tulisan akademik?
  • Apakah transisi antaride sudah baik?
  • Apakah makna sumber tetap terjaga?
  • Apakah sitasinya sudah dicantumkan?

Jika jawabannya sudah sesuai, hasil parafrase dapat digunakan sebagai bagian dari tulisan.

Kesalahan Parafrase yang Sering Dilakukan Mahasiswa

Meskipun terlihat sederhana, masih banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan ketika membuat parafrase.

Terlalu Banyak Mengganti Kata

Mengganti kata menggunakan sinonim tanpa mengubah struktur kalimat bukanlah strategi parafrase yang baik.

Hasilnya sering kali masih terlalu dekat dengan teks sumber.

Mengubah Makna

Kesalahan lain adalah membuat kalimat terlalu berbeda sehingga informasi yang disampaikan menjadi tidak sesuai dengan sumber.

Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam penulisan akademik.

Tidak Mencantumkan Sitasi

Parafrase tetap menggunakan ide dari sumber. Oleh sebab itu, sitasi tetap diperlukan.

Tidak mencantumkan sumber hanya karena kalimat sudah ditulis dengan bahasa sendiri merupakan kesalahan yang harus dihindari.

Menggunakan Parafrase Otomatis Tanpa Editing

Tools berbasis AI atau aplikasi parafrase dapat membantu menghasilkan alternatif kalimat. Namun, hasilnya tetap perlu diperiksa.

Jangan langsung memasukkan hasil otomatis ke skripsi tanpa membaca, mengedit, dan memastikan kebenaran informasinya.

Parafrase Manual vs Parafrase Otomatis

Saat ini terdapat berbagai tools yang dapat membantu melakukan parafrase secara otomatis. Teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu ketika seseorang ingin mendapatkan alternatif struktur kalimat.

Namun, parafrase manual tetap memiliki kelebihan karena penulis memahami langsung informasi yang sedang ditulis.

Sementara itu, parafrase otomatis dapat menghemat waktu, tetapi hasilnya perlu diperiksa kembali dari sisi makna, tata bahasa, konteks, dan gaya akademik.

Pendekatan yang paling aman adalah menggunakan teknologi sebagai alat bantu, bukan menggantikan proses berpikir dan pemahaman penulis.

Apakah Target Similarity Turnitin Harus Sangat Rendah?

Tidak selalu.

Setiap kampus, fakultas, jurnal, atau institusi dapat memiliki ketentuan yang berbeda mengenai batas similarity yang dianggap dapat diterima.

Selain itu, similarity dapat berasal dari berbagai bagian dokumen seperti:

  • kutipan,
  • daftar pustaka,
  • judul penelitian,
  • istilah akademik,
  • frasa umum,
  • nama institusi,
  • dan bagian lain yang memang memiliki kemiripan secara wajar.

Karena itu, jangan hanya melihat angka persentase secara keseluruhan. Periksa juga bagian mana yang memiliki kemiripan dan dari sumber mana kemiripan tersebut berasal.

Tujuan akhirnya adalah memastikan tulisan memiliki penggunaan sumber yang tepat dan tidak melakukan penyalinan tanpa atribusi.

Tips Agar Parafrase Lebih Natural

Agar hasil parafrase tidak terasa seperti kalimat yang dipaksakan, beberapa tips berikut dapat diterapkan.

Pertama, gunakan variasi struktur kalimat secara wajar.

Kedua, jangan mengganti istilah teknis yang memang harus dipertahankan.

Ketiga, sesuaikan pilihan kata dengan gaya bahasa akademik.

Keempat, hindari memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu kalimat.

Kelima, baca paragraf secara keseluruhan untuk memastikan alurnya tetap logis.

Keenam, gunakan referensi yang relevan dan berkualitas.

Ketujuh, lakukan pengecekan similarity setelah revisi agar dapat mengetahui bagian mana yang masih memiliki kemiripan tinggi.

Kapan Sebaiknya Melakukan Parafrase?

Parafrase dapat dilakukan sejak tahap awal penyusunan tulisan, bukan hanya ketika similarity Turnitin sudah tinggi.

Ketika menemukan referensi yang relevan, mahasiswa dapat langsung mencatat gagasan utama dan menuliskannya kembali menggunakan bahasa sendiri, kemudian mencantumkan sumber.

Cara tersebut dapat membantu mengurangi kebiasaan copy-paste dari sumber.

Jika menulis skripsi secara bertahap, lakukan pengecekan setiap beberapa bagian. Dengan demikian, apabila terdapat bagian yang perlu diperbaiki, revisinya dapat dilakukan lebih awal dan tidak menumpuk menjelang deadline.

Checklist Sebelum Mengecek Similarity Turnitin

Sebelum melakukan pengecekan, pastikan beberapa hal berikut sudah dilakukan:

  • Pastikan setiap gagasan dari sumber sudah diberikan sitasi.
  • Periksa kembali bagian yang menggunakan kutipan langsung.
  • Pastikan parafrase tidak mengubah makna sumber.
  • Hindari copy-paste tanpa pengolahan.
  • Periksa daftar pustaka dan sitasi.
  • Baca ulang keseluruhan tulisan.
  • Pastikan format penulisan mengikuti pedoman kampus.
  • Lakukan pengecekan similarity setelah revisi.

Dengan langkah tersebut, proses pengecekan Turnitin dapat menjadi bagian dari quality control tulisan, bukan sekadar upaya mengejar angka persentase tertentu.

Kesimpulan

Apa itu parafrase? Secara sederhana, parafrase adalah proses menyampaikan kembali gagasan dari suatu sumber menggunakan bahasa dan struktur kalimat sendiri tanpa mengubah makna utama.

Dalam penulisan akademik, parafrase dapat membantu membuat pembahasan lebih natural, mengurangi ketergantungan terhadap kutipan langsung, serta membantu mengurangi kemiripan teks pada bagian tertentu ketika dilakukan pengecekan Turnitin.

Namun, parafrase yang baik bukan sekadar mengganti sinonim. Penulis perlu memahami sumber, mengubah struktur kalimat secara wajar, mempertahankan makna, menggunakan gaya bahasa sendiri, dan tetap mencantumkan sitasi.

Jika similarity Turnitin masih tinggi, jangan langsung menghapus sumber atau mengubah tulisan secara sembarangan. Identifikasi terlebih dahulu bagian yang memiliki kemiripan, kemudian lakukan revisi secara akademis dan bertanggung jawab.

Butuh Bantuan Parafrase untuk Skripsi atau Jurnal?

Jika kamu sedang menyusun skripsi, tesis, jurnal, atau tugas akademik dan membutuhkan bantuan untuk parafrase, pengecekan similarity, atau revisi tulisan, JokiLabs siap membantu.

Kamu dapat menghubungi JokiLabs melalui website:

jokilabs.com

Atau langsung konsultasi dan order melalui WhatsApp:

082241842648

Sampaikan kebutuhan dokumen, jumlah halaman, serta bagian yang ingin dibantu. Pastikan setiap hasil tulisan tetap diperiksa kembali agar sesuai dengan ketentuan akademik kampus dan sumber referensi yang digunakan.

JokiLabs — solusi bantuan akademik untuk membantu kamu menyusun tulisan dengan lebih rapi, terstruktur, dan mudah dipahami.